IHSG Menguat 0,45 Persen ke 6.379,92, Didorong Data Ekonomi Kuartal II yang Lebih Baik dari Ekspektasi

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:50 WIB
IHSG Menguat 0,45 Persen ke 6.379,92, Didorong Data Ekonomi Kuartal II yang Lebih Baik dari Ekspektasi

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, didorong oleh kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan global. Indeks naik 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92, sementara Indeks LQ45 juga menguat 2,99 poin atau 0,47 persen ke level 636,98. Penguatan ini terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang berada di atas ekspektasi pasar, serta meningkatnya optimisme global terkait potensi penyelesaian geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa secara teknikal beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400. Pernyataan ini muncul di tengah derasnya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Data Ekonomi Domestik Jadi Katalis Utama

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II-2026. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan capaian kuartal I-2026 yang sebesar 5,61 persen (yoy), namun masih berada di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan hanya akan mencapai 5,1 persen (yoy). Realisasi ini menjadi sinyal ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Meski demikian, pertumbuhan kuartal II-2026 ini merupakan laju tahunan paling kecil sejak kuartal II-2025. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh normalisasi belanja pemerintah yang tumbuh 15,97 persen (yoy), lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 21,81 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya. Konsumsi rumah tangga juga mengalami sedikit pelambatan menjadi 5,06 persen (yoy), meski tetap menjadi penopang utama perekonomian.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan masih didorong oleh konsumsi pemerintah yang meningkat seiring belanja pegawai dan berbagai program nasional. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam setahun, mengindikasikan optimisme pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang. Sementara itu, kinerja ekspor tertahan oleh impor yang tumbuh lebih cepat, mencerminkan kuatnya permintaan domestik akan bahan baku dan barang modal.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor konstruksi juga menunjukkan penguatan berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri yang masif. Namun, sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat pembatasan kuota produksi yang diterapkan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Sentimen Global dan Harapan Geopolitik

Dari mancanegara, Ratna menjelaskan bahwa meningkatnya harapan akan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah telah mendorong optimisme pelaku pasar. Isu ini menjadi perhatian utama karena menyangkut kelancaran pasokan energi global yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian.

"Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400," ujarnya dalam kajian tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, pernyataan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook yang menyatakan kesiapannya untuk mendukung kenaikan suku bunga turut mewarnai pergerakan pasar. Ia juga memperingatkan mengenai inflasi yang sulit turun, memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter ketat di AS mungkin akan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Data Ketenagakerjaan dan Sektor Jasa AS

Data ADP Employment menunjukkan sektor swasta di Amerika Serikat (AS) hanya menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli 2026. Angka ini merupakan level terendah dalam enam bulan dan turun signifikan dari 95.000 pada Juni 2026, mengindikasikan pendinginan di pasar tenaga kerja AS. Sementara itu, ISM Services PMI di AS naik tipis ke level 54,1 pada Juli 2026 dari sebelumnya 54 pada Juni 2026, sedikit di bawah perkiraan 54,5, namun tetap mengindikasikan adanya ekspansi di sektor jasa.

Harga minyak mentah dunia bergerak pada kisaran sempit setelah muncul pemberitaan bahwa AS, Iran, dan Oman sedang mengupayakan kesepakatan untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Perkembangan ini menjadi angin segar bagi pasar yang selama ini khawatir akan potensi gangguan pasokan minyak global.

Pergerakan Aset Safe Haven dan Obligasi

Imbal hasil obligasi U.S. 10-year turun ke level 4,613 persen, seiring pelaku pasar mencermati prospek suku bunga dan mempertimbangkan data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. Di sisi lain, harga emas spot menguat 4,3 persen ke level 4.252 dolar AS per troy ons. Penguatan ini terdorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield US-Treasury, dengan pembelian emas oleh bank sentral global yang diduga turut menjadi pendorong utama.

Bursa saham Eropa bergerak variatif pada Kamis (05/08). Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,08 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,29 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,03 persen. Sementara itu, bursa Wall Street AS juga menunjukkan pergerakan yang beragam pada hari yang sama. Indeks S&P 500 melemah 0,17 persen ke level 7.723,52, indeks Nasdaq Composite melemah 0,82 persen ke 26.363,44, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,49 persen ke 54.349,06.

Bursa saham regional Asia pagi ini memperlihatkan koreksi di sebagian besar indeks utama. Indeks Nikkei melemah 1,56 persen ke 65.256,50, indeks Kospi melemah 4,36 persen ke 6.312,86, dan indeks Hang Seng melemah 1,76 persen ke 25.445,81. Namun, indeks Shanghai justru menguat 0,34 persen ke 3.891,50 dan indeks Straits Times naik 0,88 persen ke 5.630,426, menunjukkan adanya divergensi sentimen di kawasan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar