OISAA Diplomacy School 2026 Resmi Digelar di Kuala Lumpur, Bekali Mahasiswa Indonesia dengan Keterampilan Kepemimpinan Global

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:50 WIB
OISAA Diplomacy School 2026 Resmi Digelar di Kuala Lumpur, Bekali Mahasiswa Indonesia dengan Keterampilan Kepemimpinan Global

PARADAPOS.COM - Rangkaian OISAA Diplomacy School 2026 resmi digelar di Kompleks Perdana Siswa, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) bersama PPIDK Asiania dan PPI Malaysia ini berlangsung dari pukul 15.00 hingga 21.30 waktu setempat, mempertemukan puluhan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara untuk mendalami isu diplomasi dan kepemimpinan. Dua agenda utama, yakni Global Youth Forum (GYF) dan Gala Dinner, menjadi inti dari program yang bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21 serta memperluas jejaring internasional.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di dalamnya, para peserta diajak untuk terlibat dalam diskusi akademik yang serius, berbagi gagasan, hingga membangun relasi lintas budaya. Ketua Pelaksana, Nadira Salsabila, membuka acara dengan sambutan hangat, disusul oleh Andhika Ibrahim Nasution selaku Ketua PPI Dunia Periode 2025/2026. Dukungan penuh juga datang dari Danang Waskito, Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di KBRI Kuala Lumpur, yang menekankan pentingnya inisiatif mahasiswa dalam menciptakan ruang pengembangan diri di kancah global.

Global Youth Forum: Ruang Diskusi Kepemimpinan Masa Depan

Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Global Youth Forum. Setelah doa bersama, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Negaraku, dan Hymne PPI Dunia berkumandang sebagai simbol persaudaraan. Sebanyak 33 peserta yang hadir berasal dari latar belakang akademik dan organisasi yang beragam, menciptakan dinamika diskusi yang kaya perspektif.

Materi pertama dibawakan oleh Akita Arum Verselita dengan tema "Future Skills and Adaptive Leadership". Ia memaparkan pentingnya penguasaan keterampilan seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kolaborasi lintas budaya. Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci agar seorang pemimpin tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.

Sesi berikutnya menghadirkan YB Yusmadi Yusoff yang mengangkat tema "Adaptive Leadership and Future Skills: Preparing Youth for a Changing World." Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi aktor pencipta solusi atas persoalan sosial, ekonomi, dan global. "Kepemimpinan adaptif itu tentang keberanian mengambil peran," ujarnya di hadapan para peserta.

Antusiasme terlihat jelas ketika sesi tanya jawab dibuka. Para peserta bergantian melontarkan pertanyaan seputar tantangan kepemimpinan dan peluang kontribusi generasi muda. Diskusi kemudian berlanjut ke Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk membedah studi kasus dan merumuskan solusi atas isu-isu global. Gagasan-gagasan inovatif pun bermunculan, mencerminkan daya kritis dan semangat kolaboratif yang kuat.

Gala Dinner: Malam Apresiasi dan Kebersamaan

Memasuki pukul 20.00 MYT, suasana berubah menjadi lebih hangat. Gala Dinner yang dihadiri 21 peserta ini dirancang sebagai ruang untuk mempererat hubungan antar peserta, panitia, dan tamu undangan. Sambutan dari Luticia Kareina Pitna Putri, Ketua PPI Malaysia Periode 2025/2026, mengawali malam, disusul Andhika Ibrahim Nasution yang kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai modal membangun jejaring global.

Penghargaan diberikan kepada peserta yang menonjol dalam beberapa kategori, seperti Best Networker Awards, Most Active Participation Awards, dan Best Problem Solver Awards. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata selama kegiatan berlangsung.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Condong Bali oleh Komang Ayu, yang memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia di tengah suasana internasional. Makan malam bersama kemudian berlangsung penuh keakraban, diiringi alunan musik dari D'Dipals yang membuat suasana semakin hidup. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan membangun koneksi lintas daerah.

Seluruh rangkaian acara resmi ditutup pada pukul 21.30 MYT dengan sesi foto bersama. Penyelenggara berharap program ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan wawasan global. Ke depannya, OISAA Diplomacy School diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia di seluruh dunia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar