BNPB Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih untuk 107 KK Terdampak Kekeringan di Empat Kecamatan Purworejo

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:25 WIB
BNPB Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih untuk 107 KK Terdampak Kekeringan di Empat Kecamatan Purworejo

PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan melanda empat kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebanyak 107 kepala keluarga (KK) terdampak dan bantuan air bersih telah mulai didistribusikan ke sejumlah desa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan total 30 ribu liter air bersih telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Peristiwa ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Empat kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang. BNPB memastikan pendistribusian air bersih menjadi prioritas utama untuk meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih harian.

Distribusi Bantuan Air Bersih

Dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis, 6 Agustus 2026, Abdul Muhari menjelaskan bahwa bantuan air bersih telah disalurkan ke beberapa desa yang paling terdampak. Proses pendistribusian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petugas gabungan dari BPBD setempat dan relawan.

"Sebanyak 30 ribu liter untuk beberapa desa terdampak," kata dia dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian sumur warga dikabarkan mulai mengering, sehingga pasokan air dari luar daerah sangat dibutuhkan.

Imbauan dan Antisipasi Kekeringan

Menghadapi potensi meluasnya dampak kekeringan, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi pada musim kemarau ini.

Masyarakat diminta untuk bersikap selektif dan bijak dalam menggunakan air bersih. Selain itu, menyiapkan cadangan air bersih yang cukup untuk keluarga juga menjadi langkah antisipasi yang ditekankan. Kebiasaan menampung air hujan atau memanfaatkan air secara efisien dinilai dapat membantu mengurangi dampak kekeringan.

Sementara itu, pemerintah daerah diimbau agar rutin mendistribusikan air bersih dan melakukan pengeboran sumur-sumur warga untuk mendapatkan pasokan air yang lebih banyak. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif di tengah kondisi darurat.

BNPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BPBD di seluruh Indonesia untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar