Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta, Ratusan Petugas Damkar Dikerahkan

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta, Ratusan Petugas Damkar Dikerahkan

PARADAPOS.COM - Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam. Api yang pertama kali terlihat di lantai 11 dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan setinggi 12 lantai, memaksa petugas pemadam kebakaran menerjunkan lebih dari 100 personel untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena puing-puing bangunan mulai berjatuhan di sekitar lokasi, mengancam keselamatan warga dan jurnalis yang meliput. Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat gedung tersebut merupakan pusat layanan pajak dan retribusi daerah bagi warga Jakarta. Kobaran api yang membumbung tinggi terlihat jelas dari kejauhan, menciptakan pemandangan mencekam di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun seluruh aktivitas di dalam gedung dipastikan lumpuh total.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, api pertama kali muncul di lantai 11 gedung. Dalam hitungan menit, si jago merah dengan cepat merambat ke lantai bawah dan menembus hingga ke lantai paling atas. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba di lokasi langsung berupaya melakukan pendinginan dari luar gedung, mengingat akses ke lantai atas sudah tidak memungkinkan. Proses pemadaman berlangsung menegangkan. Saat petugas berusaha menyemprotkan air dari berbagai sudut, material bangunan seperti pecahan kaca dan beton mulai berjatuhan. Situasi ini memaksa petugas untuk memperluas area steril di sekitar gedung. Warga yang awalnya hanya menonton dari kejauhan, akhirnya diminta mundur lebih jauh demi alasan keselamatan.

Pengerahan Personel dan Peralatan

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta awalnya mengerahkan 100 personel untuk menjinakkan api. Namun, melihat besarnya skala kebakaran, jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi 105 personel untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dengan tangga hidrolik dikerahkan untuk menjangkau titik api di lantai atas. Petugas juga menggunakan drone termal untuk memetakan titik-titik panas yang tersembunyi di dalam gedung. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan setelah api berhasil dipadamkan. Upaya ini menunjukkan keseriusan tim gabungan dalam menangani insiden sebesar ini.

Imbauan Keselamatan dan Dampak

Masyarakat dan para jurnalis yang tengah meliput diimbau untuk menjauh dari areal kebakaran. "Sangat membahayakan keselamatan, kami minta semua pihak tidak mendekat ke radius yang sudah kami tentukan," ujar salah satu petugas di lokasi, mengingatkan dengan nada tegas. Imbauan ini bukan tanpa alasan. Selain puing yang berjatuhan, kepulan asap tebal juga membahayakan kesehatan jika terhirup dalam waktu lama. Petugas terus mengatur arus lalu lintas di sekitar Jalan Abdul Muis untuk memudahkan akses mobil pemadam dan ambulans. Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih terus dilakukan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar