PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi udara dengan menyiagakan lima unit helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Langkah ini diambil di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang memicu meluasnya titik api, sekaligus menyusul tinjauan langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ke sejumlah lokasi terdampak. Wilayah tersebut dilaporkan tidak diguyur hujan selama hampir satu bulan terakhir, sehingga potensi kebakaran semakin tinggi.
Keputusan menambah armada udara ini bukan tanpa alasan. Sejumlah titik api berada di area yang sulit dijangkau petugas dari jalur darat, seperti lahan gambut yang dalam dan medan yang berat. Dengan dukungan helikopter, diharapkan pemadaman bisa dilakukan lebih cepat sebelum api membesar dan semakin sulit dikendalikan.
Peninjauan Langsung ke Titik Api
Suharyanto tidak hanya memantau dari kantor. Ia turun langsung meninjau sejumlah titik karhutla di Kalimantan Barat untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai harapan. Kehadirannya di lokasi menjadi sinyal bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap bencana asap yang kerap melanda wilayah ini.
Di sisi lain, penguatan satuan tugas darat juga terus dilakukan. Personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD setempat, masyarakat peduli api, hingga relawan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Kerja sama antara operasi udara dan tim darat menjadi kunci utama dalam mengendalikan api yang cepat menyebar.
“Pemadaman harus dilakukan sejak dini sebelum titik api membesar dan semakin sulit dikendalikan,” ujar Suharyanto saat meninjau lokasi, Jumat (7/8/2026).
Ancaman Kabut Asap Mengintai Pontianak
Selain api, BNPB juga mewaspadai ancaman lain yang tak kalah berbahaya, yakni kabut asap. Suharyanto mengingatkan bahwa asap yang tidak segera ditangani bisa berkumpul dalam jumlah besar dan bergerak menuju Kota Pontianak. Jika itu terjadi, jarak pandang akan menurun drastis dan kesehatan masyarakat terancam.
Potensi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, mengingat Pontianak adalah pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Kalimantan Barat. Gangguan jarak pandang akibat asap bisa melumpuhkan aktivitas penerbangan, pelayaran, hingga mobilitas warga sehari-hari.
Karena itu, BNPB terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui pengerahan personel di darat serta penguatan operasi udara. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar dampak bencana tidak meluas dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman.
Artikel Terkait
32 Calon Paskibraka Belitung Jalani Diklat 14 Hari Jelang HUT ke-81 RI
Petugas Damker Kuras Asap Gedung Bapenda DKI dengan Mobil Blower Usai Api Padam
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir Berhasil Dikendalikan, Petugas Masih Lakukan Pendinginan
Kombes Pol Warsono Resmi Gantikan AKBP Veronica sebagai Kapolresta Batang