PARADAPOS.COM - Grup band rock Wongalas resmi meluncurkan album perdana bertajuk "Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat" di Jakarta pada Kamis, 7 Agustus 2026. Album yang berisi 13 lagu ini mengangkat tema kritik sosial, semangat anak muda, cinta tanah air, hingga hubungan antarmanusia. Peluncuran album berlangsung di Dungeon Lounge, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah musisi serta komunitas musik.
Perjalanan menuju album perdana ini bukanlah proses yang singkat. Sejak 2018, Wongalas telah mengumpulkan lebih dari 400 lagu yang tersimpan rapi. Dari ribuan karya tersebut, mereka kemudian menyeleksi dengan ketat hingga akhirnya terpilih 13 lagu yang dianggap paling mewakili arah musik dan pesan yang ingin disampaikan.
Seleksi Ketat dan Pesan yang Ingin Disampaikan
Pemilihan lagu tidak dilakukan sembarangan. Wongalas mempertimbangkan matang tema dan pesan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Musik rock yang mereka usung tidak hanya mengandalkan distorsi gitar yang keras, tetapi juga mencoba membawa kritik terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita. Bagi mereka, musik adalah medium untuk menyuarakan kegelisahan.
Melalui album ini, Wongalas secara eksplisit ingin mendorong generasi muda agar lebih peka terhadap lingkungan dan isu-isu sosial. Mereka berharap keresahan yang selama ini sering disuarakan di media sosial dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Album ini seolah menjadi jembatan antara kegelisahan digital dan aksi nyata.
Gotong Royong di Balik Produksi
Hal menarik lainnya dari proses kreatif album ini adalah semangat gotong royong yang diterapkan dari hulu ke hilir. Proses produksi hingga distribusi dilakukan secara mandiri oleh para anggota dan pihak-pihak yang terlibat langsung. Konsep ini sengaja diusung untuk menghadirkan karya musik yang independen dan dekat dengan pendengarnya.
Dengan tajuk yang kental nuansa sejarah, "Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat" menjadi ruang bagi Wongalas untuk mengekspresikan keresahan, semangat perubahan, dan kecintaan terhadap Indonesia. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah pernyataan sikap dari sebuah band yang ingin musiknya bermakna lebih.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Febrie Sorot Cacat Administrasi Sprindik Gabungan Korupsi dan TPPU yang Akan Diuji ke Praperadilan
Kemdiktisaintek Buka Magang Batch III 2026, Tawarkan Tujuh Formasi di Bidang Humas
32 Calon Paskibraka Belitung Jalani Diklat 14 Hari Jelang HUT ke-81 RI
BNPB Kerahkan Lima Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat