PARADAPOS.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Simbar Segara, Pemogan, Denpasar, Bali, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara melalui Program BTN KPR (Kawasan Pesisir Regrowth) ini menyasar penguatan ketahanan pesisir terhadap abrasi, mendukung penyerapan karbon biru (blue carbon), dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Aksi korporasi ini juga menjadi bagian dari dorongan Danantara Indonesia agar BUMN menciptakan nilai jangka panjang lewat bisnis berkelanjutan.
Suasana di pesisir Pemogan pagi itu terasa berbeda. Puluhan peserta tampak sibuk menanam bibit di lahan konservasi yang dikelola warga setempat. Mereka bukan sekadar menanam, tetapi juga merawat harapan akan masa depan pesisir yang lebih tangguh. Di sela-sela kegiatan, Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, hadir langsung memantau jalannya program. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukanlah seremoni belaka.
"Bagi BTN, ini bukan hanya sekadar konservasi. Secara strategi besar, ini merupakan salah satu pilar penting dalam visi dan misi kami, yaitu menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan," ujar Setiyo dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut dia, komitmen tersebut juga tercermin dalam roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) BTN yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam aktivitas bisnis. Setiap ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan, lanjutnya, selalu mempertimbangkan aspek ESG, termasuk pengelolaan lingkungan.
"Dalam setiap ekspansi bisnis, salah satu aspek yang kami nilai adalah ESG, termasuk bagaimana pengelolaan lingkungannya. Kegiatan hari ini menjadi salah satu gambaran bagaimana ESG BTN diimplementasikan melalui aksi nyata, salah satunya penanaman mangrove," katanya.
Lebih dari Sekadar Menanam
Program BTN KPR tidak berhenti pada penanaman bibit. Ada sederet kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Mulai dari Nabung Mangrove, Investasi Kehati melalui pelepasliaran kepiting bakau, Batara Aksi berupa pelatihan ecoprint dan pengolahan produk turunan mangrove, hingga Bale Corner yang fokus pada peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi transaksi menggunakan QRIS. Semua elemen ini saling terhubung, membangun ekosistem yang tidak hanya hijau, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Di sisi lain, dukungan terhadap program ini datang dari pemerintah daerah. Penelaah Teknis Kebijakan UPTD Tahura Ngurah Rai, Made Yudha Wibawa, yang mewakili Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kontribusi BTN sangat berarti bagi upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang selama ini menjadi perhatian serius.
"Kami sangat mengapresiasi BTN yang telah membantu program rehabilitasi sekaligus memberdayakan masyarakat. Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti hari ini, tetapi dapat berlanjut untuk membantu kelompok berkembang hingga semakin mandiri," ujar Made.
Ketua KUB Simbar Segara, Ketut Darsana, menambahkan bahwa kelompoknya yang berdiri sejak 2014 kini mengelola sekitar 32 hektare kawasan mangrove. Selain konservasi, mereka juga mengembangkan ekowisata sebagai sumber pendapatan masyarakat. Ia berharap kolaborasi dengan BTN dapat terus berlanjut, karena misi menjaga hutan mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
"Kami berharap kolaborasi dengan BTN bisa berkelanjutan. Kami membutuhkan berbagai pihak untuk bersama-sama menjalankan misi menjaga hutan mangrove ini," katanya.
Program di Bali ini merupakan kelanjutan dari upaya BTN dalam merehabilitasi ekosistem pesisir. Sepanjang 2025 hingga 2026, perseroan telah menanam 20.100 bibit mangrove di enam lokasi berbeda, yaitu Paser, Makassar, Brebes, Pekalongan, Kepulauan Seribu, dan Bali. Angka tersebut menunjukkan konsistensi yang tidak main-main.
Ke depan, BTN menegaskan akan terus mendorong pelestarian lingkungan yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta penguatan ekosistem hunian yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor perbankan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya menjaga keseimbangan alam.
Artikel Terkait
Prabowo Sebut Bahlil Punya Kelebihan Ganda: Cerdas dan Bisa Membuat Jokowi Tertawa
BGN Hitung Ulang Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026, Dipastikan Turun Signifikan dari Rp268 Triliun
Bringsal Management Dorong Kreator TikTok Live Bertransformasi Jadi Pebisnis
Kanada Dirikan Pusat Inovasi Pertahanan Kuantum di Calgary dengan Dana Awal Rp232 Miliar