PARADAPOS.COM - PDI Perjuangan Jawa Timur akan kembali menjadi tuan rumah turnamen sepak bola Soekarno Cup pada 10-24 Agustus 2026. Kompetisi antardaerah ini dijadwalkan berlangsung di Surabaya dan Gresik dengan diikuti 16 tim dari berbagai provinsi di Indonesia. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga sarana pembangunan karakter bangsa. Tahun lalu, tim tuan rumah berhasil membawa pulang trofi juara dari Bali, sehingga piala bergilir kini singgah di Surabaya. Surabaya menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola tanah air pada Agustus mendatang. Setelah sukses menggelar edisi sebelumnya di Bali, PDI Perjuangan Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Soekarno Cup. Sebanyak 16 tim dari penjuru Nusantara akan berlaga memperebutkan piala bergilir yang saat ini berada di tangan tuan rumah. Kompetisi ini rencananya akan menggunakan beberapa stadion kebanggaan warga Surabaya dan sekitarnya. Gelora 10 November, Gelora Bung Tomo, dan Lapangan Thor di Surabaya, serta Gelora Joko Samudro di Gresik, akan menjadi saksi pertarungan para pemain muda terbaik dari berbagai daerah. Lebih dari Sekadar Sepak Bola Said Abdullah menjelaskan bahwa turnamen ini memiliki visi yang lebih luas dari sekadar mencari pemenang. Pihaknya ingin menggunakan sepak bola sebagai medium untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim kepada generasi muda. "Soekarno Cup bukan sekadar ajang sepak bola, namun juga cara kami ikut terlibat membangun karakter bangsa," kata Said. Pembukaan turnamen pada 10 Agustus 2026 direncanakan akan dihadiri oleh jajaran DPP PDI Perjuangan serta tiga legenda hidup Timnas PSSI. Momen ini akan dimeriahkan dengan defile para kontingen dan penampilan 300 seniman tradisional, serta penyalaan obor sebagai simbol semangat kemerdekaan dan perjuangan meraih prestasi. Sementara itu, acara penutupan dijadwalkan dihadiri oleh Ibu Hj Megawati Soekarnoputeri yang akan menyerahkan trofi kemenangan kepada sang juara. Mekanisme Kompetisi dan Penghargaan Turnamen ini akan menggunakan format penyisihan yang terbagi dalam empat grup. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak delapan besar, kemudian berlanjut ke semifinal dan partai puncak. Format ini disebut-sebut menyerupai mekanisme yang digunakan dalam Piala Dunia. Selain memperebutkan trofi juara, panitia juga akan memberikan sejumlah penghargaan individu. Penghargaan Man of the Match akan diberikan pada setiap pertandingan, dengan penilaian yang dilakukan oleh Tim PSSI Jawa Timur. "Adapula penghargaan Top Score, kiper terbaik, dan pelatih terbaik," ujar Said. Menariknya, kompetisi ini juga membuka ruang bagi wasit perempuan untuk memimpin jalannya pertandingan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata dari kesadaran akan kesetaraan gender di dunia olahraga. "Tampilnya wasit perempuan sebagai bentuk gender awareness kami. Banyak wasit perempuan yang hebat, dan mereka harus diberikan tiket untuk mengawal jalannya pertandingan agar fair play," jelasnya. Seleksi Ketat 1.615 Pemain Muda Khusus untuk Tim Sepak Bola PDI Perjuangan Jawa Timur, persiapan dilakukan dengan sangat serius. Proses pembentukan tim melalui seleksi yang melibatkan 1.615 anak muda dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Antusiasme yang tinggi ini dinilai menunjukkan besarnya minat generasi Z terhadap olahraga sepak bola. Seleksi tersebut terbagi dalam lima region, yaitu Surabaya, Bangkalan, Malang, Blitar, dan Banyuwangi. Dari proses yang panjang ini, akhirnya terpilih 25 pemain terbaik yang akan memperkuat Tim Jawa Timur. "Tim Jawa Timur telah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan dan melakukan uji coba pertandingan dengan berbagai tim, seperti Persebaya Future Lab, Gresik United Academy, dan Deltras Academy," kata Said. Menurut Said, pengembangan sepak bola tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis di lapangan. Pihaknya ingin para pemain muda ini memiliki pondasi mental yang kuat dan mengenal sejarah perjuangan bangsa. "Mereka bisa mahir main bola, tetapi juga punya jati diri yang kuat, mengenal karakter para founding father, seperti Bung Karno," ujarnya. Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Nasional Said Abdullah meyakini bahwa semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan sepak bola, semakin besar pula peluang masa depan sepak bola nasional menjadi lebih menjanjikan. Menurut dia, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin terasah pula kemampuan para pesepak bola muda. "Tentu kami punya harapan, PDI Perjuangan memiliki skuad tim bola profesional dan bisa ikut berlaga di kompetisi profesional. Namun prioritas awal ini mengasah dan mendapatkan banyak talenta, agar bisa membentuk skuad Banteng Muda yang tangguh dan profesional," pungkasnya.
Artikel Terkait
Singapura Lolos ke Semifinal Piala AFF Usai Tahan Imbang Indonesia, Jacob Mahler Jadi Man of the Match
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Setelah Data Pekerjaan AS Turun, Meredam Spekulasi Kenaikan Suku Bunga
Mantan Penyidik KPK Desak Kejagung Bongkar Jaringan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
KSP Lepas Ekspor Perdana 40 Kontainer Alumina ke Jepang Usai Polemik Regulasi LTJ Teratasi