Mantan Sekda Konawe Selatan Tabrak Adik Kandung Saat Hendak Kabur dari Penggerebekan Istri

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Mantan Sekda Konawe Selatan Tabrak Adik Kandung Saat Hendak Kabur dari Penggerebekan Istri

PARADAPOS.COM - Sebuah insiden berdarah terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (2/8/2026) malam. Ichsan Porosi (56), mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan, dilaporkan menabrak adik kandungnya sendiri, Andriani Porosi alias AP (50), saat mencoba melarikan diri dari penggerebekan yang dilakukan oleh istri dan keluarganya. Peristiwa yang terjadi di Perumahan Pradana Residence 9, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, ini bermula dari kecurigaan istri Ichsan terhadap keberadaan suaminya bersama perempuan lain. Akibat kejadian tersebut, Andriani mengalami luka-luka, termasuk patah tulang pada jari kaki kirinya.

Malam yang semula diharapkan menjadi klarifikasi justru berakhir dengan luka dan penyesalan. Kehadiran keluarga yang datang untuk mencari tahu kebenaran berubah menjadi mimpi buruk ketika Ichsan disebut tetap memaksakan diri meninggalkan lokasi meski telah dihadang.

Kronologi Penggerebekan yang Berujung Petaka

Rangkaian peristiwa ini bermula sekitar pukul 22.30 Wita. Clementia Corry Ratna, istri Ichsan, tiba di lokasi bersama anak, mertua, dan anggota keluarga lainnya. Mereka datang setelah menerima informasi yang memicu kekhawatiran.

Sesampainya di lokasi, keluarga mendapati Ichsan berada di dalam sebuah mobil Mitsubishi Pajero berwarna hitam. Di dalam kendaraan tersebut, ia tidak sendirian. Seorang perempuan berinisial EW ikut duduk di dalamnya, yang diduga memiliki hubungan khusus dengan Ichsan.

Suasana di sekitar kendaraan langsung memanas. Kehadiran istri dan keluarga membuat situasi berubah menjadi keributan yang tidak terkendali. Keluarga berupaya keras menghentikan laju kendaraan Ichsan agar ia tidak pergi. Sebuah mobil lain bahkan digunakan untuk mencegat Pajero tersebut.

Namun, upaya itu tampaknya sia-sia. Ichsan disebut tetap bertahan di dalam mobilnya. Melihat hal tersebut, Andriani, adik kandungnya, maju ke depan kendaraan. Ia mencoba menghalangi laju mobil dan meminta kakaknya untuk keluar.

Kasatreskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa korban berupaya menghentikan kendaraan dengan berdiri di depannya.

“Korban berusaha menghentikan kendaraan dengan berdiri di depan mobil dan meminta tersangka keluar serta membuka pintu mobil,” kata Welliwanto.

Alih-alih berhenti, mobil justru bergerak maju. Ban depan kiri kendaraan melindas kaki kiri Andriani yang sedang berdiri menghadang. Korban pun langsung tersungkur dan mengalami luka serius. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun, karena menolak tindakan operasi yang disarankan tim medis, Andriani akhirnya memilih untuk pulang.

Laporan Keributan Masuk ke Polisi

Menariknya, sebelum insiden tabrak lari itu terjadi, polisi sebenarnya sudah menerima laporan tentang keributan di kawasan perumahan tersebut. Laporan masuk melalui layanan darurat kepolisian 110. Tim patroli Polresta Kendari pun segera bergerak menuju lokasi untuk meredam situasi.

Karu II Patroli Perintis Satsamapta Polresta Kendari, Aiptu Amrullah, menuturkan bahwa saat tiba di tempat kejadian, petugas menemukan adanya perselisihan antara Ichsan dan istrinya.

“Kami menerima aduan masyarakat adanya keributan di BTN Pradana Residence 9. Saat tiba di TKP, kami menemukan keributan antara suami dan istri,” ujar Amrullah.

Petugas yang berada di lokasi berupaya meredam ketegangan agar konflik tidak meluas. Pihak-pihak yang terlibat kemudian dibawa ke Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari temuan awal petugas, keributan ini dipicu oleh istri Ichsan yang mendapati suaminya berada di dalam mobil bersama perempuan lain. Amrullah menjelaskan bahwa mobil Pajero yang dikemudikan suami sempat dicegat oleh mobil putih yang ditumpangi istri sah beserta keluarganya.

“Istri sah menemukan suaminya di dalam mobil bersama wanita lain. Dalam keributan itu, mobil Pajero warna hitam yang dikemudikan suami dicegat oleh mobil warna putih yang ditumpangi istri sah bersama keluarganya,” jelasnya.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags