Senat AS Sahkan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung ke-88, Gantikan Pam Bondi yang Dipecat Trump

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Senat AS Sahkan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung ke-88, Gantikan Pam Bondi yang Dipecat Trump

PARADAPOS.COM - Senat Amerika Serikat resmi mengukuhkan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung ke-88 melalui pemungutan suara yang berlangsung ketat. Mantan pengacara pribadi Presiden Donald Trump itu memperoleh 50 suara dukungan, sementara 49 senator menyatakan penolakan. Keputusan ini diambil di tengah dinamika politik Washington yang memanas, hanya berselang beberapa hari setelah Trump memberhentikan Pam Bondi dari jabatan yang sama. Blanche, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung, kini memimpin Departemen Kehakiman di tengah sorotan publik atas penanganan kasus-kasus sensitif, termasuk dokumen terkait Jeffrey Epstein.

Proses konfirmasi yang alot ini akhirnya menemui titik terang pada Jumat malam waktu setempat. Gedung Putih dan para pendukung Blanche di Senat menilai rekam jejaknya sebagai pengacara yang pernah membela Trump dalam berbagai kasus hukum menjadi modal penting untuk membersihkan institusi. Namun, para senator dari kubu oposisi tidak segan menyuarakan kekhawatiran mereka soal independensi departemen di bawah kepemimpinan seorang loyalis presiden.

Ucapan Terima Kasih dari Jaksa Agung Baru

Begitu hasil suara diumumkan, Blanche langsung menyampaikan pernyataan resminya melalui akun media sosial X. Ia menulis, "Saya merasa sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan Presiden Trump kepada saya untuk memimpin Departemen Kehakiman sebagai Jaksa Agung ke-88 Amerika Serikat. Saya juga berterima kasih kepada Senat yang menyelesaikan proses ini."

Dalam unggahan yang sama, ia juga meluangkan waktu untuk mengapresiasi kinerja para pegawai Departemen Kehakiman. Menurutnya, dedikasi mereka dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan negara adalah fondasi yang akan terus ia andalkan ke depan. Nada optimisme itu terasa jelas, seolah ingin meredam skeptisisme yang mengiringi pelantikannya.

Dinamika di Balik Pergantian Kepemimpinan

Keputusan mengejutkan ini berawal dari pengumuman Trump pada 2 April lalu. Saat itu, ia resmi memberhentikan Pam Bondi dan langsung menunjuk Blanche—yang kala itu menjabat Wakil Jaksa Agung—sebagai pelaksana tugas. Langkah presiden ini tentu saja mengundang banyak spekulasi di kalangan pengamat politik.

Sejumlah media AS memberitakan bahwa kekecewaan Trump terhadap Bondi menjadi pemicu utama. Isu yang beredar, Bondi dinilai kurang memuaskan dalam penanganan dokumen kasus Jeffrey Epstein. Faktor inilah yang kemudian disebut-sebut sebagai alasan di balik perombakan mendadak di pucuk pimpinan Departemen Kehakiman tersebut.

Di luar ruang sidang, suasana di koridor Capitol Hill terasa tegang. Para wartawan berdesakan menunggu komentar para senator, sementara staf Departemen Kehakiman terlihat sibuk berdiskusi di sela-sela agenda. Blanche sendiri dikenal sebagai sosok yang jarang berbicara di depan publik, lebih sering bekerja di balik layar. Kini, ia harus beradaptasi dengan sorotan yang jauh lebih terang.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar