Gubernur Jakarta Tetapkan Tarif Rp 1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada 17 Agustus 2026

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Gubernur Jakarta Tetapkan Tarif Rp 1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada 17 Agustus 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memberlakukan tarif Rp 1 untuk seluruh moda transportasi umum yang dikelola daerah pada 17 Agustus 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (9/8/2026), sebagai kado peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kebijakan tersebut berlaku untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Di sisi lain, antusiasme publik terhadap peringatan kemerdekaan juga terlihat dari angka pendaftaran undangan upacara di Istana Merdeka yang mencapai 128.331 orang dari 36 provinsi dan 14 negara pada hari pertama registrasi.

Kado Kemerdekaan dari Gubernur untuk Warga Jakarta

Suasana berbeda akan terasa di halte dan stasiun pada 17 Agustus mendatang. Para pengguna transportasi umum di ibu kota hanya perlu menyiapkan uang logam Rp 1 untuk menikmati layanan Transjakarta, MRT, maupun LRT Jakarta. Kebijakan ini diumumkan Pramono Anung di tengah kesibukan persiapan peringatan detik-detik proklamasi.

“Tanggal 17 Agustus kita akan menyambut hari kemerdekaan. Dan untuk itu saya sebagai Gubernur Jakarta saya memutuskan untuk memberikan kado semua transportasi pada tanggal 17 Agustus yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta bayarnya hanya 1 rupiah saja,” kata Pramono di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi kepada warga sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik di momen bersejarah. Keputusan tersebut tentu menjadi kabar gembira di tengah hiruk-pikuk persiapan upacara kemerdekaan yang juga menyedot perhatian banyak orang.

Ribuan Pendaftar Berebut Tiket Upacara di Istana

Geliat menyambut kemerdekaan tidak hanya terasa di sektor transportasi. Di Istana Merdeka, animo masyarakat untuk menghadiri upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 mencapai angka fantastis. Pada hari pertama pembukaan registrasi, Rabu (5/8/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat 128.331 pendaftar membanjiri sistem.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan kekagumannya atas respons publik yang luar biasa ini. Menurutnya, angka tersebut membuktikan semangat kebangsaan yang tinggi dari berbagai penjuru daerah.

"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti 'war ticket', yang tersebar di 36 provinsi, bahkan ada peserta dari mancanegara," kata Prasetyo, dilansir Antara, Jumat (7/8/2026).

Menariknya, pendaftar tidak hanya datang dari dalam negeri. Sebanyak 14 negara turut ambil bagian dalam perebutan tiket ini, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, hingga Malaysia. Kehadiran peserta internasional ini menambah semarak perayaan kemerdekaan tahun ini.

Prasetyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Ia menilai tingginya minat ini bukan sekadar ingin menyaksikan seremoni, melainkan cerminan keinginan kuat untuk hadir dan merasakan langsung momen sakral di Istana Merdeka.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar