PARADAPOS.COM - Perum Perumnas resmi menandai dimulainya pembangunan Samesta Alonia Jakarta, proyek hunian vertikal subsidi perkotaan, melalui prosesi groundbreaking. Proyek ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan perlunya percepatan pembangunan hunian subsidi, terutama di perkotaan, agar dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Sebanyak 100 konsumen telah melakukan pemilihan unit pada hari yang sama, sementara total pendaftar mencapai 1.109 NUP atau 182 persen dari 609 unit yang tersedia. Jakarta, PARADAPOS.COM – Di tengah hiruk-pikuk kebutuhan hunian di ibu kota, langkah Perum Perumnas memulai pembangunan Samesta Alonia Jakarta menjadi jawaban atas tingginya animo masyarakat. Prosesi groundbreaking yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, bukan sekadar seremoni, melainkan penanda hadirnya hunian vertikal bersubsidi yang menyasar pekerja formal dan generasi muda. Proyek ini dirancang untuk memangkas jarak antara tempat tinggal dan pusat aktivitas ekonomi, sebuah solusi atas persoalan klasik warga perkotaan. Antusiasme di Balik Groundbreaking Suasana haru sempat mewarnai acara groundbreaking tersebut. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas, mengaku tersentuh melihat semangat para calon penghuni, termasuk para guru yang selama ini kesulitan memiliki rumah dekat tempat mengajar. "Saya merasa terharu melihat antusiasme saudara-saudara kita, guru-guru kita yang ternyata belum punya rumah, dan kalaupun punya rumah jauh dari tempat mengajar. Saya kira ini adalah semangat Perum Perumnas untuk mempercepat dan lebih memperbanyak lagi membangun rumah," ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurut Rachmat, proyek ini adalah fondasi awal dari rencana besar pembangunan perumahan rakyat. "Ini adalah langkah awal untuk melangkah seribu langkah ke depan. Bappenas merancang pembangunan nasional, kemudian Perumnas melaksanakan pembangunan perumahan nasional," lanjutnya menegaskan peran strategis kolaborasi antarlembaga. Momentum Kebangkitan Perumnas Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menilai proyek ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. Ia menyebutnya sebagai penanda kembalinya Perumnas ke panggung utama sebagai pengembang perumahan rakyat. "Ini bukan peletakan batu pertama, tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama perumahan rakyat," tuturnya. Proyek ini pun menjadi ajang sinergi lintas sektor. Perumnas menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Pengaturan BUMN, serta BPI Danantara. Di sisi pembiayaan, kerja sama dengan bank-bank Himbara diwujudkan melalui skema KPR FLPP yang menawarkan uang muka ringan, cicilan terjangkau, dan tenor hingga 20 tahun. Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, menekankan bahwa keberhasilan proyek semacam ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. "Keberhasilan menghadirkan Samesta Alonia Jakarta merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMN, Danantara, bank Himbara, swasta, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya," paparnya. Ia menambahkan, "Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Program 3 Juta Rumah sekaligus memperkuat komitmen Perumnas sebagai pelaksana mandat negara di sektor perumahan." Proses Pemilihan Unit oleh Konsumen Tak berselang lama setelah seremoni, Perumnas langsung menggelar pemilihan unit pada hari yang sama. Sebanyak 100 konsumen pemegang Nomor Urut Pemesanan (NUP) antusias memilih unit sesuai urutan dan preferensi mereka. Mayoritas peserta adalah pekerja sektor formal dan generasi muda yang kesehariannya beraktivitas di Jakarta. Animonya luar biasa. Hingga hari groundbreaking, total pendaftar NUP mencapai 1.109 orang, atau melampaui target dengan capaian 182 persen dari 609 unit yang tersedia. Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan hunian terjangkau di tengah kota. Dengan dimulainya proyek ini, Perumnas kembali menegaskan perannya dalam penyediaan hunian subsidi sekaligus menjadi motor penggerak Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi nyata di lapangan.
Artikel Terkait
Kebakaran Lahan Satu Hektare di Kawah Wadon Gunung Gede, 25 Personel BPBD Dikerahkan
Kemensos Mulai Salurkan Bansos PKH dan Sembako Triwulan III 2026, Cek Status Penerima via Situs Resmi
Arsenal Incar Trofi Pertama saat Hadapi Dortmund di Emirates Cup
Teater Tanah Air Satu-satunya Wakil Asia di Festival Teater Anak Internasional Valencia 2026