PARADAPOS.COM - Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, geliat ekonomi musiman mulai terasa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Pedagang bendera Merah Putih dan pernak-pernik dekorasi kemerdekaan membanjiri sejumlah jalan protokol, salah satunya di Jalan Multatuli, sejak sepekan terakhir. Para pedagang musiman ini mengaku omzet penjualan mereka mencapai belasan juta rupiah, dan diprediksi akan terus meningkat hingga puncak perayaan 17 Agustus 2026.
Suasana di sepanjang trotoar Jalan Multatuli pagi itu memang berbeda dari hari-hari biasa. Deretan lapak darurat berdiri rapi, menjajakan warna merah putih yang mendominasi pemandangan. Para pedagang tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti, sebagian besar adalah warga yang ingin menyambut hari kemerdekaan dengan memasang atribut di rumah maupun kantor mereka.
Omzet Menggiurkan di Momen Agustus
Salah seorang pedagang, Kartono (40), asal Cirebon, mengaku ini adalah tahun keempatnya berjualan di lokasi yang sama. Pria yang akrab disapa dengan sapaan hangat ini memilih Rangkasbitung karena dianggap memiliki prospek penjualan yang menjanjikan.
"Saya setiap bulan Agustus berjualan di ruas jalan protokol Multatuli Rangkasbitung, karena penghasilannya relatif lumayan," katanya di Lebak, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Kartono, dalam sepekan terakhir saja, omzet kotor yang ia terima sudah menembus angka Rp10 juta. Ia meyakini angka tersebut masih akan bertambah signifikan seiring mendekatnya hari puncak kemerdekaan. "Kami sejak sepekan terakhir berjualan di sini bisa menghasilkan total omzet Rp10 juta. Pendapatan sebesar itu relatif lumayan dan dipastikan menjelang HUT Kemerdekaan RI omzet lebih besar lagi," ujarnya.
Laris Manis Berbagai Ukuran dan Harga
Dari lapaknya, Kartono menjajakan bendera dari ukuran kecil hingga besar. Ia juga menyediakan umbul-umbul, bandir jumbo, bendera background, serta aneka dekorasi kemerdekaan lainnya. Soal harga, ia membanderol dagangannya bervariasi, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp150 ribu per item, tergantung ukuran dan bahan.
Untuk memenuhi permintaan pasar, ia mendapat pasokan langsung dari seorang bos besar di Cirebon dengan sistem komisi. Sistem ini dinilainya cukup menguntungkan karena ia tak perlu mengeluarkan modal besar di awal. Keuntungan bersih pun bisa dinikmati setelah dikurangi setoran komisi kepada pemasok.
Cerita serupa datang dari Harun (35), pedagang lain yang juga merasakan berkah musim Agustus. Pria yang sudah beberapa kali berjualan di lokasi ini mengaku peruntungannya sedang baik. "Kami sangat beruntung berjualan bendera di sini, bahkan hari ini hingga pukul 15.30 WIB sudah bisa menjual Rp1,3 juta," tuturnya.
Harun menyebutkan, omzet hariannya kini berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Angka ini bahkan lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu, saya bisa meraup keuntungan bersih sampai Rp15 juta selama sebulan berjualan," jelasnya. Ia mengamati, pembeli didominasi oleh warga perumahan, pegawai perkantoran pemerintah, BUMN, hingga pihak swasta yang membutuhkan atribut untuk kantor mereka.
Di sela kesibukannya, Harun bercerita bahwa puncak penjualan biasanya terjadi tiga hari menjelang 17 Agustus. Ia pun berharap momen tahun ini bisa memberikan hasil lebih dari tahun sebelumnya.
Warga Terbantu Kehadiran Pedagang Musiman
Kehadiran para pedagang musiman ini rupanya disambut baik oleh warga sekitar. Sukma, seorang warga Perumahan Royal Garden, mengaku sangat terbantu dengan adanya lapak-lapak dadakan ini. Ia tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar atau toko untuk mendapatkan bendera.
"Saya tadi membeli bendera seharga Rp40 ribu untuk dipasang di rumah. Lumayan, harganya masih standar dan tidak terlalu mahal," ungkapnya sambil tersenyum. Ia berharap semangat nasionalisme ini terus tumbuh di lingkungannya dengan pemasangan atribut kemerdekaan di setiap rumah.
Artikel Terkait
Kemnaker Integrasikan Data Lintas Instansi untuk Perkuat Layanan Digital Ketenagakerjaan
Trabzonspor Reuniarkan Salah dan Nunez, Gaji Striker Uruguay Justru Lebih Tinggi
Elektabilitas PSI Stagnan di 1,9 Persen meski Jokowi Gencar Safari Politik
Staf Khusus Wapres Tinjau Program Ekonomi Sirkular Pertamina di Pesantren Karawang