PARADAPOS.COM - Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menghadirkan kemeriahan di ruang publiknya. Enam halte ikonik di sepanjang koridor utama dihiasi festival lampion dan akan diramaikan pertunjukan seni budaya. Inisiatif ini bertujuan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi warga dan mengangkat nilai-nilai keberagaman di Ibu Kota.
Dekorasi Tersebar di Enam Titik Strategis
Nuansa Imlek telah menyapa penumpang di sejumlah titik transit yang ramai. Instalasi dekorasi tematik dipasang di Halte Bundaran HI Astra, Bundaran Senayan, Senayan Bank Jakarta, Bendungan Hilir, Karet, dan Dukuh Atas. Transformasi ini mengubah kesan halte yang biasanya fungsional menjadi ruang yang lebih hangat dan meriah, menyelipkan kejutan visual di tengah rutinitas komuter.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menjelaskan filosofi di balik dekorasi ini. "Hadirnya dekorasi ini tidak hanya mempercantik halte, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Selain itu menjadi daya tarik visual bagi pelanggan selama masa perayaan Imlek," tuturnya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Puncak Acara: Pertunjukan Barongsai dan Liong Dance
Puncak dari rangkaian kegiatan ini akan berpusat di Halte Bundaran HI Astra. Lokasi tersebut akan menjadi panggung bagi pertunjukan bertajuk "Pesona Imlek: Harmoni Barongsai dan Liong Dance" pada 15 hingga 17 Februari 2026. Untuk memastikan akses yang luas, atraksi budaya yang penuh energi ini diadakan dalam dua sesi setiap harinya, yaitu dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.
Komitmen pada Ruang Publik yang Inklusif
Lebih dari sekadar hiasan sementara, langkah ini mencerminkan visi yang lebih luas. TransJakarta secara konsisten berupaya menggeser paradigma layanan transportasi dari sekadar angkutan massal menjadi ruang publik yang hidup dan merepresentasikan dinamika kota.
Tjahyadi menegaskan komitmen tersebut. "Perayaan Imlek di halte dan simpul transportasi TransJakarta diharapkan dapat memperkuat keterikatan masyarakat dengan transportasi publik sekaligus menjadikan perjalanan sehari-hari sebagai bagian dari pengalaman kota yang lebih berwarna," jelasnya.
Dengan demikian, festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga investasi sosial untuk membangun ikatan emosional antara warga Jakarta dan sistem transportasi umumnya. Upaya ini menunjukkan bagaimana infrastruktur publik dapat berperan aktif dalam merajut kebersamaan dan menghormati keragaman budaya yang menjadi ciri khas Jakarta.
Artikel Terkait
PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang
BMKG Siagakan Sebagian Besar Wilayah Jakarta Hadapi Hujan Lebat hingga 19 Februari
IKA SMAN 37 Jakarta Bentuk Divisi Khusus untuk Dukung 100 UMKM Alumni
Qarrar Firhand Juarai Seri Pembuka WSK Euro Series 2026 di Italia