Polda Riau Tanam 2.100 Mangrove dan Bagikan 110 Sembako di Pulau Rangsang Lewat Ekspedisi Merah Putih Presisi

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Polda Riau Tanam 2.100 Mangrove dan Bagikan 110 Sembako di Pulau Rangsang Lewat Ekspedisi Merah Putih Presisi

PARADAPOS.COM - Ekspedisi Merah Putih Presisi jajaran Polda Riau kembali melanjutkan rangkaian kerjanya dengan menyambangi Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dipimpin langsung oleh Kombes Pol Andi Yul selaku Kepala Bidang TIK Polda Riau, tim bergerak menuju kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia untuk menggelar misi kebangsaan, kemanusiaan, sekaligus pelestarian lingkungan. Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 2.100 bibit mangrove ditanam di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, sebagai wujud nyata program Green Policing yang digagas oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Perjalanan menuju lokasi bukanlah perkara mudah. Kapal ekspedisi harus menyisir perairan yang cukup terjal dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Namun, semangat tim tidak surut. Begitu tiba di Desa Tanah Merah, mereka langsung disambut oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, para tokoh masyarakat, serta sejumlah pelajar setempat yang telah menanti di lokasi penanaman. Kombes Pol Andi Yul menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Rangsang bukan tanpa alasan. Wilayah ini masuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini rentan terhadap berbagai persoalan, salah satunya adalah abrasi. "Kegiatan penanaman 2.100 pohon mangrove ini merupakan implementasi dari program Green Policing gagasan Bapak Kapolda Riau. Ini adalah wujud kecintaan kita dalam menjaga Tanah Air serta melestarikan lingkungan," ujar Andi Yul dalam keterangannya yang dikutip dari Metro Siang, Metro TV. Ia menambahkan, kerusakan akibat abrasi gelombang laut di kawasan ini sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sejak 1992. Oleh karena itu, kehadiran mangrove diharapkan mampu menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai serta menjaga ekosistem pesisir tetap lestari.

Semarak Kemerdekaan di Pulau Terluar

Rombongan tidak hanya membawa bibit pohon. Suasana kebangsaan terasa kental ketika upacara pengibaran bendera digelar dengan khidmat bersama para pemuda dan pelajar setempat. Momen ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Kehadiran tim ekspedisi di tengah masyarakat pesisir disambut antusias. Selain upacara bendera, Polda Riau juga menyalurkan bantuan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Sebanyak 110 paket sembako dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan, dan 300 lembar bendera merah putih turut diberikan untuk membangkitkan semangat nasionalisme di pulau terdepan tersebut.

Dukungan untuk Nelayan dan Petugas Lapangan

Perhatian khusus diberikan kepada para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut. Sebanyak 20 unit mesin perahu diserahkan secara simbolis untuk membantu meningkatkan produktivitas tangkapan mereka. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional nelayan yang selama ini kerap terkendala peralatan. Tidak berhenti di situ, dukungan operasional juga diberikan kepada aparat keamanan dan relawan di lapangan. Satu unit sepeda motor diserahkan untuk menunjang mobilitas petugas Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sementara itu, 81 helai kaus diberikan kepada relawan Masyarakat Peduli Api yang bertugas siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Layanan kesehatan gratis juga disediakan bagi warga yang membutuhkan. Hal ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap akses layanan dasar yang masih terbatas di daerah terpencil. Ekspedisi Merah Putih Presisi sendiri merupakan inisiatif langsung dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Kegiatan yang mengusung konsep komprehensif ini direncanakan berlangsung secara maraton di 12 kabupaten dan kota. Dimulai sejak 30 Juli lalu, rangkaian ekspedisi dijadwalkan berakhir tepat pada puncak peringatan kemerdekaan, 17 Agustus 2026.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar