PARADAPOS.COM - Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memaksa pengelola menutup total seluruh akses masuk wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB. Penutupan ini berlaku di semua gerbang, mencakup arah Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan dua pintu masuk di Kabupaten Malang, sebagai langkah darurat menjaga keselamatan pengunjung di tengah meluasnya api.
Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Angin kencang yang bertiup di kawasan kaldera membuat upaya pemadaman semakin sulit, dan api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas. Kondisi ini memaksa Balai Besar TNBTS untuk mengambil langkah tegas, menghentikan sementara seluruh aktivitas wisata hingga situasi dinyatakan aman.
Dengan berlakunya aturan tersebut, tidak ada lagi kendaraan jip maupun kendaraan pribadi yang bisa keluar-masuk secara bebas ke area Kaldera Gunung Bromo. Aktivitas warga yang sehari-hari beraktivitas di dalam kawasan pun ikut terdampak dan harus mematuhi kebijakan ini.
Bisnis Sewa Jip Lumpuh di Tengah Kepungan Abu dan Asap
Penutupan mendadak ini seperti pukulan telak bagi perekonomian warga lokal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Di sepanjang jalan Desa Wringinanom hingga Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, suasana berubah sunyi. Deretan jip wisata yang biasanya berjejer rapi dan siap mengantar pengunjung, kini hanya terparkir lesu tanpa aktivitas, debu dan abu tipis mulai menutupi bodi kendaraan.
Salah satu pengusaha jip di wilayah tersebut, Jaka, mengaku pasrah. Demi keselamatan semua pihak, ia terpaksa menghentikan total operasional usahanya. Sepuluh unit armada jip miliknya yang biasanya hilir-mudik mengantar wisatawan menuju lautan pasir, kini harus "dikandangkan" di garasi.
"Sepuluh unit armada jip miliknya yang biasanya rutin mondar-mandir mengantar wisatawan kini harus dikandangkan," ujarnya kepada tim liputan di lokasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa imbas dari penutupan yang terjadi mendadak ini, para pengusaha jip harus menghadapi rentetan klaim dari wisatawan yang sudah terlanjur memesan. Banyak penyewa yang menuntut pengembalian dana secara penuh, sementara sebagian lainnya memilih untuk menjadwalkan ulang kunjungan mereka di lain hari.
Hingga berita ini diturunkan, para pelaku wisata dan calon pengunjung masih menunggu kepastian resmi dari pihak TNBTS terkait kapan kawasan wisata Gunung Bromo akan kembali dinyatakan aman dan dibuka untuk umum. Mereka berharap situasi segera membaik agar roda perekonomian bisa kembali berputar seperti sedia kala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
120 Ribu Jamaah Padati Istiqlal dalam Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI Jelang HUT ke-81 RI
Arsenal Kalah 2-3 dari Dortmund di Emirates Cup, The Gunners Menang Adu Penalti
Klinik DermaPro Luncurkan Ultracol, Kolagen Stimulator Suntik untuk Atasi Penuaan Dini
Kapolri Listyo Sigit Dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah