PARADAPOS.COM - Petinju Kanada, Tammara Thibeault, sukses menguasai kelas menengah putri (72,5 kg) dengan merebut sabuk juara dunia IBF dan WBO. Dalam laga yang berlangsung di Caribe Royale Resort, Florida, Amerika Serikat, Minggu (waktu setempat), Thibeault mengalahkan petinju Australia, Desley Robinson, melalui keputusan bulat mutlak. Ketiga juri kompak memberikan skor identik 100-90, sebuah kemenangan telak yang menandai dominasinya sepanjang 10 ronde dan mempertahankan rekor tak terkalahkannya. Pertarungan ini bukan sekadar panggung pembuktian bagi Thibeault, yang baru menjalani pertarungan profesional kelimanya. Ia tampil dengan percaya diri tinggi, langsung mengambil inisiatif serangan sejak bel ronde pertama berbunyi. Dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan, ia melepaskan jab-jab tajam yang menyulitkan Robinson untuk mendekat. Pukulan-pukulan ke arah kepala dan tubuh terus dilancarkan, memaksa lawannya bertahan di tali ring. Meski Robinson sempat melancarkan beberapa kali balasan, ritme pertarungan sejak awal sudah jelas dikuasai Thibeault. Dominasi Jab dan Tekanan Tanpa Henti Sepanjang ronde-ronde awal, Thibeault terus menunjukkan superioritasnya. Ia konsisten menguasai bagian tengah ring, mengatur jarak dengan jab, dan sesekali melancarkan pukulan keras ke arah tubuh. Agresivitasnya meningkat seiring berjalannya waktu. Rentetan pukulan kiri yang dilontarkannya beberapa kali membuat Robinson kehilangan keseimbangan dan goyah. Thibeault tak memberi ruang bagi lawannya untuk bernapas, terus menekan hingga ke sudut ring dan bergantian mendaratkan pukulan dari kedua tangan. Memasuki ronde-ronde tengah, tekanan Thibeault semakin intensif. Ia berhasil mendesak Robinson ke pojok ring dan melancarkan hook serta pukulan kiri yang keras. Akibatnya, hidung Robinson pun mulai berdarah. Bahkan, sempat terjadi momen di mana Robinson terjatuh setelah terkena pukulan keras, namun wasit menilai kejadian itu sebagai terpeleset, bukan knockdown. Perlawanan dan Momen Krusial Robinson, yang merupakan petinju asal Australia, tidak tinggal diam. Ia mencoba mengubah ritme pertarungan pada ronde keenam dengan tampil lebih agresif. Ia maju menyerang dan berhasil mendaratkan beberapa pukulan kanan yang cukup menyulitkan Thibeault. Namun, keunggulan pengalaman dan presisi Thibeault tetap terlihat. Ia membalas dengan pukulan kiri yang akurat, membuat ronde tersebut berjalan lebih seimbang dan menarik untuk disaksikan. Memasuki ronde ketujuh, Thibeault kembali mengambil kendali. Ia efektif dengan jab dan kombinasi pukulannya. Namun, sebuah insiden tak terduga terjadi. Benturan kepala yang tidak disengaja membuat hidung Thibeault ikut berdarah cukup deras. Pertandingan pun sempat dihentikan sementara oleh wasit untuk memberikan perawatan medis kepada petinju Kanada tersebut. Pertarungan Jarak Dekat dan Penutup yang Kuat Setelah jeda karena insiden tersebut, Robinson mencoba memanfaatkan situasi dengan tampil lebih berani. Ia terus maju dan berusaha menekan Thibeault, memaksanya terlibat dalam pertarungan jarak dekat di sekitar tali ring. Keduanya saling bertukar pukulan dalam jarak yang sangat rapat. Meski demikian, Thibeault tetap mampu mengendalikan pertukaran pukulan tersebut, menunjukkan ketangguhannya dalam bertarung di jarak menengah maupun dekat. Hingga ronde-ronde akhir, Thibeault tak pernah kehilangan kendali. Ia menutup pertarungan dengan gemilang, kembali menekan Robinson ke sudut ring dan melancarkan uppercut serta serangkaian pukulan kiri. Robinson tampak kelelahan dan kesulitan melepaskan diri dari tekanan serta clinch yang dilakukan Thibeault. Sampai bel terakhir berbunyi, tidak ada keraguan sedikit pun tentang siapa yang layak menjadi pemenang. Kemenangan ini menjadi pencapaian besar bagi Thibeault di kelas menengah. Ia berhasil menggabungkan dua sabuk bergengsi, IBF dan WBO, dalam waktu singkat. Dengan rekor lima kemenangan, tiga di antaranya diraih melalui knockout (KO), Thibeault menunjukkan bahwa ia adalah kekuatan baru yang patut diperhitungkan di divisinya. Sementara itu, bagi Robinson, kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga, tetapi ia telah menunjukkan kegigihan dan keberanian untuk bertarung habis-habisan melawan salah satu petinju terbaik saat ini.