Liverpool Kembali Buang Keunggulan Dua Gol, Iraola Akui Stamina Tim Jadi Masalah

- Senin, 10 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Liverpool Kembali Buang Keunggulan Dua Gol, Iraola Akui Stamina Tim Jadi Masalah

PARADAPOS.COM - Liverpool kembali menuai hasil buruk di pramusim. Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Anfield, Minggu (9/8/2026), The Reds kehilangan keunggulan dua gol dan akhirnya takluk 2-3 dari Monaco. Pelatih Andoni Iraola secara blak-blakan mengakui timnya belum memiliki stamina untuk tampil konsisten selama 90 menit penuh, sebuah masalah yang kian pelik karena terjadi untuk kedua kalinya secara beruntun. Babak pertama berjalan sesuai skenario tuan rumah. Dua gol yang masing-masing dicetak oleh Alexander Isak dan Florian Wirtz membuat Liverpool tampak nyaman dengan keunggulan 2-0. Namun, ritme permainan berubah total setelah jeda. Kebangkitan Monaco melalui gol Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner mengubah keadaan menjadi 3-2, sekaligus menjadi mimpi buruk bagi para pendukung di tribun. Evaluasi Kritis dari Kursi Pelatih Iraola tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di lapangan. Ia menilai timnya tampil gemilang di babak pertama, tetapi gagal mempertahankan intensitas tersebut. "Kami memainkan babak pertama dengan sangat baik, tetapi saat ini kami tidak memiliki lebih banyak hal dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti ini selama 90 menit," kata Iraola seusai laga kepada LFCTV. Sang pelatih juga menyoroti perbedaan performa yang kontras antara kedua tim setelah jeda. "Monaco jauh lebih baik di babak kedua, sama seperti kami yang lebih baik di babak pertama. Mereka pantas membalikkan pertandingan," ujarnya. Pola Berbahaya yang Terulang Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk biasa. Ada pola yang jauh lebih mengkhawatirkan. Sebelumnya, Liverpool juga membuang keunggulan dua gol saat berhadapan dengan Leeds United dalam tur pramusim di Amerika Serikat, yang berakhir dengan skor 2-4. Situasi yang sama terulang kembali menjadi alarm bagi tim asuhan Iraola. "Kami memenangkan dua pertandingan pramusim pertama, tetapi dalam dua pertandingan terakhir kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan," jelasnya. Pekerjaan rumah ini terasa semakin berat mengingat Premier League sudah di depan mata. Faktor Fisik dan Rotasi Pemain Iraola mencoba menganalisis akar masalahnya. Ia menduga penurunan energi terjadi setelah ia melakukan sejumlah pergantian pemain. "Begitu kami melakukan beberapa perubahan, mereka mulai kelelahan, jadi kami masih harus bekerja," tutur pelatih asal Spanyol tersebut. Ia menegaskan bahwa perbaikan kondisi fisik tidak bisa terjadi dalam semalam. "Masalahnya saat ini adalah mereka mungkin tidak memiliki energi untuk bermain selama 90 menit. Itu akan membutuhkan waktu - kami akan melakukan lebih banyak latihan bersama mereka," kata Iraola. Sesi latihan tambahan pun disiapkan untuk mengejar ketertinggalan kebugaran ini. Hikmah di Balik Kekalahan Di tengah kekecewaan, Iraola mencoba melihat sisi lain dari pertandingan ini. Ia meyakini laga melawan Monaco memberikan banyak data berharga bagi timnya. "Kami bisa mengambil banyak hal positif, tetapi juga banyak hal negatif dari pertandingan hari ini," ujar Iraola. Waktu yang tersedia sebelum kompetisi resmi dimulai memang terbatas. Namun, bagi Iraola, kemampuan menjaga intensitas selama 90 menit adalah kunci utama yang harus segera dibenahi. Jika tidak, awal musim yang buruk bukanlah hal yang mustahil untuk terjadi.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar