PARADAPOS.COM - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menggelar temu mitra yang dihadiri 36 koperasi sektor riil dari berbagai daerah di Indonesia di kantornya, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang mekanisme pengajuan hingga pencairan dana bergulir, sekaligus menegaskan komitmen LPDB sebagai instrumen pembiayaan resmi pemerintah. Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menekankan bahwa seluruh proses pengajuan bersifat gratis, transparan, dan akuntabel melalui sistem digital e-Proposal. Lebih dari Sekadar Sosialisasi: Menyelami Proses di Balik Meja Suasana kantor LPDB Koperasi di Jakarta tampak berbeda hari itu. Puluhan pengurus koperasi dari berbagai penjuru negeri tidak hanya duduk mendengarkan paparan. Mereka diajak berkeliling ke setiap unit kerja, menyaksikan langsung bagaimana sebuah berkas pengajuan diproses dari meja ke meja. Ini adalah agenda office tour yang sengaja dirancang untuk membuka tabir proses bisnis lembaga tersebut. Kegiatan ini merupakan jawaban atas masukan dari para pemangku kepentingan. Krisdianto mengungkapkan bahwa acara ini adalah tindak lanjut agar LPDB lebih intens dalam memperkenalkan akses pembiayaan, khususnya untuk memperkuat koperasi sektor riil sebagai pilar ekonomi kerakyatan. “LPDB Koperasi hadir agar koperasi memiliki akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usahanya. Melalui Temu Mitra ini diharapkan para pengurus koperasi yang hadir dapat mengetahui dan melihat langsung bahwa proses pengajuan dana bergulir di LPDB Koperasi dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sehingga koperasi semakin percaya dan tidak ada keraguan untuk memanfaatkan saluran pembiayaan resmi yang disediakan pemerintah,” ujar Krisdianto. Jaminan Transparansi dan Efisiensi Digital Dalam sesi diskusi, para peserta mendapat penjelasan rinci mengenai alur pengajuan, mulai dari analisa kelayakan hingga tahap pencairan. LPDB Koperasi secara konsisten menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dana bergulir tidak dipungut biaya apapun atau gratis. Ini menjadi poin penting yang terus disuarakan untuk menghilangkan praktik percaloan di lapangan. Lebih jauh, pengajuan pembiayaan saat ini dilakukan secara digital atau paperless melalui platform e-Proposal. Para calon mitra bahkan dapat memantau perkembangan pengajuan mereka secara real-time melalui dashboard yang tersedia dalam aplikasi, bisa diakses dari mana saja. Menurut Krisdianto, sistem digitalisasi ini bukan sekadar gimik, melainkan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada koperasi di seluruh Indonesia. Menatap Target Penyaluran 2026 Antusiasme para peserta terlihat jelas ketika sesi tanya jawab berlangsung. Banyak di antara mereka yang mengaku baru pertama kali mengetahui detail proses internal LPDB. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran atau awareness LPDB di mata koperasi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung pencapaian target penyaluran dana bergulir pada tahun 2026, khususnya pada portofolio koperasi sektor riil. Kedepannya, LPDB berencana menggelar kegiatan temu mitra serupa dalam beberapa kesempatan. Langkah ini diambil untuk terus menjaring potensi perkembangan pasar koperasi sektor riil yang dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Pemkab Sigi Tunggu Hasil Kajian Untad soal Semburan Air Bergas di Palolo
Menko Airlangga: Diversifikasi Pembiayaan Kunci Perkuat Pasar Modal di Tengah Kebutuhan Ekonomi Rp7.400 Triliun
Gelombang Panas Landa Swiss, Suhu di Kawasan Pegunungan Pecahkan Rekor Sejarah
Pedagang Bendera di Pasar Minggu Keluhkan Penjualan HUT ke-81 RI Terburuk, Kalah Sepi dari Masa Pandemi