PARADAPOS.COM - Ketua Umum Relawan Pemenangan LOGIS 08, Anshar Ilo, menyerukan dukungan lintas elemen—mulai dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga sektor swasta—untuk menyukseskan Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah. Program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dinilai tidak sekadar mengejar target fisik, melainkan juga menjadi instrumen keadilan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem, masyarakat miskin, dan kelompok menengah bawah. Seruan ini disampaikan Anshar di Jakarta pada Selasa (11/8), menegaskan bahwa akses terhadap hunian layak adalah hak mendasar yang harus dirasakan seluruh anak bangsa. Program Kemanusiaan yang Menyentuh Kebutuhan Primer LOGIS 08 memandang program ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar pembangunan infrastruktur. Kebutuhan akan rumah adalah kebutuhan primer yang sangat fundamental. Tanpa tempat tinggal yang layak, berbagai aspek kehidupan lain—mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas ekonomi—akan ikut terhambat. "Presiden Prabowo ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Salah satu caranya adalah memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki hunian yang layak," ujar Anshar Ilo. Keberpihakan pemerintah terhadap penyediaan hunian layak ini dinilai krusial, terutama di tengah tingginya harga tanah, biaya pembangunan, dan kebutuhan hidup yang kerap meminggirkan masyarakat berpenghasilan rendah. Tanpa intervensi nyata dari negara, kesenjangan akses hunian antara kelompok mampu dan tidak mampu akan semakin melebar. Mempersempit Kesenjangan Antarwilayah Lebih jauh, LOGIS 08 melihat Program 3 Juta Rumah memiliki dimensi pemerataan pembangunan yang kuat. Pembangunan dan renovasi rumah diharapkan mampu mempersempit kesenjangan kualitas hunian antara masyarakat perkotaan, pedesaan, dan kawasan pesisir. Selama ini, disparitas kualitas hunian antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. "Ini bukan hanya soal membangun rumah. Ini tentang menghadirkan rasa keadilan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Negara hadir untuk memastikan rakyat kecil memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, aman dan bermartabat," tegasnya. Multiplier Effect bagi Perekonomian Nasional Di luar manfaat sosial, program ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. LOGIS 08 menyoroti efek berganda yang akan tercipta, mulai dari industri semen, baja, keramik, kayu, kaca, furnitur, hingga usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam rantai pasok konstruksi. Sektor jasa konstruksi dan transportasi pun dipastikan ikut bergerak. "Ketika rumah dibangun, yang bergerak bukan hanya sektor properti. Ada industri bahan bangunan, jasa konstruksi, tenaga kerja, UMKM, transportasi, hingga investasi swasta. Ini menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian," katanya. Proyek ini juga membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah, terutama di luar Pulau Jawa yang selama ini kerap kurang tersentuh. Butuh Kolaborasi, Bukan Sekadar Tugas Pemerintah Pusat Mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI ini menegaskan bahwa keberhasilan program tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor—pemerintah daerah, pengembang, perbankan, investor, kontraktor, hingga masyarakat—agar program berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkualitas. Menurutnya, partisipasi aktif dari berbagai pihak akan memastikan program ini benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, bukan justru dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak. Kualitas dan Lingkungan Hunian Tidak Bisa Ditawar LOGIS 08 juga mengingatkan agar pembangunan rumah tidak hanya mengejar kuantitas. Standar kualitas bangunan, kelayakan lingkungan, akses air bersih, sanitasi, listrik, transportasi, serta kedekatan dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan harus menjadi perhatian serius. Hunian yang layak adalah hunian yang terintegrasi dengan ekosistem kehidupan yang sehat. "Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan rumah, tetapi tidak mendapatkan lingkungan kehidupan yang layak. Karena itu, kualitas dan ketepatan sasaran harus menjadi perhatian bersama," ujarnya. Fondasi Masa Depan Keluarga Indonesia Program ini dinilai sejalan dengan semangat pemerintahan Prabowo untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hunian yang layak, kata Anshar, bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan fondasi bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Rumah yang layak meningkatkan produktivitas, memberikan lingkungan tumbuh yang sehat bagi anak-anak, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. "Kalau rakyat memiliki rumah yang layak, mereka punya fondasi untuk membangun masa depan. Karena itu, mari kita dukung program pemerintah ini. Ini adalah program yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat sekaligus dapat menjadi penggerak ekonomi nasional," pungkasnya.
Artikel Terkait
BPBD Sumsel Catat 7.050 Titik Panas Sepanjang 2026, 1.077 Karhutla Melanda Jelang Puncak Kemarau
MPR: Persiapan Sidang Tahunan 2026 Capai 85 Persen, Humas Diminta Jadi Storyteller Lawan Disinformasi
Telkom Luncurkan Connectivity+ di DTI-CX 2026, Targetkan Percepatan Transformasi Digital Bisnis dan Industri
WHO: 12.913 Pasien Gaza Dievakuasi sejak Oktober 2023, Ribuan Lainnya Masih Menunggu