Wali Kota Banjarmasin Dorong Peran Organisasi Kemasyarakatan Tingkatkan Indeks Kota Toleran

- Selasa, 28 April 2026 | 15:25 WIB
Wali Kota Banjarmasin Dorong Peran Organisasi Kemasyarakatan Tingkatkan Indeks Kota Toleran
PARADAPOS.COM - Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan skor Indeks Kota Toleran (IKT) saat menghadiri pengukuhan pengurus Keluarga Kawanua Banjarmasin pada Senin, 27 April 2026. Acara yang digelar di Kota Seribu Sungai ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan komunitas perantauan asal Sulawesi Utara. Yamin berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara warga perantauan dengan Pemko Banjarmasin.

Harapan Wali Kota untuk Keluarga Kawanua

Di sela-sela prosesi pengukuhan, Yamin menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Ia menilai organisasi semacam ini memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Banjarmasin. “Tentunya kita berharap dengan amanah yang baru ini, Keluarga Kawanua di Banjarmasin bisa menjadi lebih baik lagi dan maju. Paling penting adalah fungsinya sebagai penghubung antara kerukunan keluarga Sulawesi Utara dengan pemerintah agar bisa bersinergi dengan baik dalam membangun kota,” ujar Yamin. Suasana pengukuhan berlangsung khidmat, dihadiri oleh puluhan anggota komunitas yang antusias menyambut kepemimpinan baru. Beberapa di antaranya tampak mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Utara, menambah semarak acara yang sarat nilai kebersamaan itu.

Komitmen Ketua Terpilih

Senada dengan Wali Kota, Ketua Keluarga Kawanua Banjarmasin yang baru dikukuhkan, Refly Sumarsa, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi tersebut berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia mengaku tidak hanya akan memperkokoh kebersamaan di internal organisasi, tetapi juga menyiapkan berbagai program yang selaras dengan kebijakan pemerintah setempat. “Kita harus meningkatkan sumbangsih kita kepada pemerintah setempat supaya kita sama-sama membangun Banua, Kota Banjarmasin,” tegas Refly. Pernyataan ini disambut tepuk tangan dari para anggota yang hadir. Refly, yang sehari-hari dikenal sebagai tokoh masyarakat aktif, tampak optimis dapat menjalankan amanah tersebut dengan melibatkan seluruh elemen komunitas.

Lonjakan Peringkat Toleransi Banjarmasin

Upaya merangkul berbagai etnis dan budaya ini sejalan dengan ambisi Pemko Banjarmasin untuk terus memperbaiki peringkat toleransi di tingkat nasional. Berdasarkan data Setara Institute tahun 2025, Kota Banjarmasin menunjukkan tren positif dengan menempati urutan ke-13 sebagai Kota Toleran di Indonesia. Posisi ini naik dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-15. Sebagai informasi, peringkat pertama Kota Toleran di Indonesia saat ini ditempati oleh Kota Salatiga, disusul Kota Singkawang di urutan kedua. Dengan sinergi lintas etnis seperti yang ditunjukkan oleh Keluarga Kawanua, Banjarmasin optimis dapat terus merangkak naik ke posisi 10 besar kota paling toleran di tanah air pada penilaian mendatang. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa keterlibatan aktif komunitas perantauan dalam pembangunan kota menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan indeks toleransi. Kehadiran organisasi seperti Keluarga Kawanua tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dikelola secara produktif.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler