PARADAPOS.COM - Seorang pejabat publik menjadi korban pembunuhan bersenjata tajam di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Beringin, Urarman (59), tewas setelah ditusuk di bagian dada pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi di Jalan Desa Pulau Beringin Utara, tepatnya di area parkir dekat kantornya, dan polisi saat ini tengah memburu pelaku yang diketahui berinisial RE.
Kejadian bermula dari perselisihan sepele soal parkir kendaraan. Korban yang datang lebih pagi untuk bekerja sempat memarkirkan mobilnya di depan rumah pelaku. Dari sinilah cekcok mulut pertama kali terjadi, sebelum akhirnya berujung pada aksi fatal yang merenggut nyawa seorang aparatur sipil negara.
Kronologi Kejadian Berawal dari Masalah Parkir
Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari Satreskrim Polres OKU Selatan, insiden berdarah ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Korban tiba di lokasi dan memarkirkan kendaraannya di depan rumah terduga pelaku. Tak berselang lama, pelaku mendatangi korban dan meminta agar mobil tersebut segera dipindahkan. Permintaan itu memicu ketegangan di antara keduanya.
Untuk meredam suasana, Urarman sempat memindahkan mobilnya ke lokasi lain yang tidak jauh dari tempat kejadian. Ia kemudian kembali masuk ke kantor untuk menjalankan aktivitas rutinnya. Namun, masalah tersebut ternyata belum selesai. Saat korban hendak keluar kantor bersama rekan kerjanya untuk sebuah kegiatan di wilayah Kecamatan Sungai Are, pelaku kembali muncul di area parkir.
"Telah terjadi tindak pidana pembunuhan di wilayah Kecamatan Pulau Beringin. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk pada bagian dada," ujar Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L. Sinaga.
Adu mulut kembali pecah di area parkir tersebut. Situasi yang memanas membuat pelaku nekat melakukan tindakan di luar batas. Pelaku mendorong tubuh korban hingga hampir terjatuh, lalu mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menusukkannya satu kali ke bagian dada kiri korban.
"Saat berada di area parkir, pelaku kembali mendatangi korban. Adu mulut kembali terjadi hingga berujung pada aksi kekerasan. Pelaku mendorong tubuh korban hingga hampir terjatuh dan mengeluarkan sebilah pisau, lalu menusukkannya satu kali ke bagian dada kiri korban hingga meninggal dunia," jelas dia.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans pada hari yang sama. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja korban di lingkungan KUA.
Polisi Amankan Barang Bukti dan Buru Pelaku
Tim Satreskrim Polres OKU Selatan bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti penting berhasil dikumpulkan untuk memperkuat proses penyelidikan. Barang bukti tersebut mencakup pakaian yang dikenakan korban hingga senjata yang digunakan pelaku.
"Dalam kasus ini, kami mengamankan barang bukti berupa satu helai baju berkerah panjang warna putih yang dikenakan korban, satu utas ikat pinggang kulit warna hitam, serta sebilah pisau bergagang kayu warna cokelat dengan panjang 25 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korbannya," ujar dia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur setelah kejadian. Aston menegaskan bahwa pelaku akan diburu dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas perbuatannya. Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap motif lebih dalam di balik aksi kekerasan tersebut.
Artikel Terkait
Serangan Houthi di Selat Bab al-Mandeb Tewaskan Satu WNI dan Tiga Warga Pakistan
Paul Scholes Rekomendasikan MU Rekrut Cristian Romero dan Adam Wharton
Kemarau Panjang di Muaro Jambi, Debit Sungai Batanghari Menyusut: Warga Krisis Air Bersih dan Petani Keramba Rugi Besar
Real Madrid Resmi Perkenalkan Yan Diomande, Winger 21 Tahun dengan Nilai Transfer Rp2,89 Triliun