Airlangga Minta Emiten Perkuat Fundamental dan Tata Kelola demi Jaga Kepercayaan Investor

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:25 WIB
Airlangga Minta Emiten Perkuat Fundamental dan Tata Kelola demi Jaga Kepercayaan Investor

PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendesak seluruh emiten di bursa efek untuk memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, dan transparansi. Instruksi ini disampaikan di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi, dengan mencatat bahwa Satgas Debottlenecking telah menerima 170 aduan dan menyelesaikan 124 di antaranya. Pernyataan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Hari itu, di tengah ruang musyawarah yang dipenuhi para direktur utama dan komisaris perusahaan tercatat, pesan Airlangga terdengar tegas. Ia tidak hanya berbicara tentang target pertumbuhan, tetapi juga tentang fondasi yang menurutnya jauh lebih mendasar: kepercayaan. “Beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten, yaitu menjaga kinerja, menjaga governance, dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal,” ujarnya kepada awak media.

Di luar agenda seremonial, pemerintah rupanya tidak tinggal diam. Airlangga menegaskan bahwa dukungan nyata tengah dijalankan melalui Satgas Debottlenecking, sebuah unit khusus yang dibentuk untuk memangkas hambatan investasi dan operasional yang kerap membelit perusahaan. Dari laporan yang masuk, satgas ini telah bekerja cukup intensif—dari 170 aduan yang diterima, 124 persoalan berhasil dirampungkan. Angka ini, menurutnya, adalah bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kepastian berusaha di dalam negeri.

Ia pun mendorong para pelaku usaha untuk tidak ragu melapor. “Jika ada kendala, sampaikan kepada Satgas Debottlenecking,” tuturnya, menekankan bahwa solusi langsung akan diberikan agar roda usaha tetap berputar optimal. Lebih jauh, pria yang akrab disapa Airlangga ini mengingatkan bahwa pasar modal adalah jendela perekonomian nasional. Kredibilitas perusahaan tercatat, lanjutnya, harus dijaga ketat melalui pengelolaan bisnis yang sehat, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Menariknya, ia juga menyinggung soal penilaian eksternal. Menurutnya, selama fundamental perusahaan baik dan transparansi terjaga, kekhawatiran berlebihan terhadap lembaga pemeringkat internasional tidaklah perlu. Yang lebih penting, prospek perusahaan yang solid dan peningkatan kepemilikan saham publik akan berbicara sendiri di mata investor. Di penghujung sambutannya, ia berharap Musyawarah Anggota AEI 2026 mampu melahirkan kepengurusan yang solid, sehingga emiten semakin kompak menjaga kepercayaan pasar dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus Penguatan Kepercayaan Investor

Sementara itu, nada senada datang dari Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Armand Wahyudi Hartono. Dalam kesempatan yang sama, ia memaparkan peta jalan organisasinya untuk tiga tahun ke depan. Kepercayaan investor, kata Armand, bukanlah sesuatu yang instan. Ia harus dibangun dari lantai dasar: kinerja perusahaan yang kuat, penerapan tata kelola yang baik (good governance), komunikasi yang konsisten dengan publik, serta kolaborasi erat dengan seluruh ekosistem pasar modal dan edukasi investor.

Armand menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat fungsi advokasi. Ia menyebutkan, AEI berkomitmen menghimpun aspirasi anggota dan meneruskannya sebagai masukan konstruktif terhadap kebijakan dan regulasi yang tengah berjalan di pasar modal Indonesia. Ini penting, menurutnya, agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada iklim usaha yang sehat.

Tidak berhenti di situ, organisasi di bawah kepemimpinannya juga akan memperluas diseminasi informasi, riset, edukasi, dan program berbagi pengetahuan. Tujuannya jelas: membekali emiten dengan kemampuan adaptif yang lebih baik dalam menghadapi perubahan dan tantangan bisnis global. “Setiap program yang kami jalankan harus memberikan manfaat nyata bagi anggota,” tegas Armand, seraya menambahkan bahwa target akhirnya adalah perusahaan tercatat yang kuat, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Di tengah gejolak ekonomi global yang masih dinamis, Armand mengakui bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Namun, ia optimistis. Sinergi antara pengurus, anggota, regulator, dan organisasi penunjang pasar modal akan menjadi kunci. “Sesuai tema hari ini, kita akan bangun trust, mulai dari fundamental kinerja, governance, tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta bekerja sama dengan seluruh ekosistem SRO (Self-Regulatory Organization) dan masyarakat, serta edukasi investor, sehingga jangka panjang pasar modal Indonesia maju terus,” pungkasnya, menutup pernyataannya dengan keyakinan yang mantap.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar