PARADAPOS.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan rasa bangganya setelah mengetahui salah satu anggota Paskibraka Nasional 2026 merupakan pelajar dari Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan berprestasi terbuka lebar bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang status ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026, di sela-sela persiapan HUT ke-81 RI.

Menariknya, Prasetyo juga mengakui bahwa Presiden Prabowo Subianto kemungkinan besar belum mengetahui kabar membanggakan ini. Pasalnya, informasi detail mengenai latar belakang peserta Paskibraka tersebut belum sempat dilaporkan secara menyeluruh kepada Kepala Negara.

Kabar yang Menjadi Kejutan Manis

Bagi Prasetyo, kabar ini bukan hanya sekadar informasi biasa. Ia mengaku sempat terkejut sekaligus terharu ketika mendengar ada peserta dari Sekolah Rakyat yang berhasil menembus seleksi ketat Paskibraka tingkat nasional. Menurutnya, hal ini di luar dugaan banyak pihak, mengingat proses seleksi yang dihadapi sangat kompetitif.

"Pertama, sepertinya beliau belum tahu. Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibraka berlangsung dari 38 provinsi dan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Karena alasan itulah, pihaknya tidak dapat memantau secara langsung seluruh rangkaian seleksi yang ada di daerah-daerah.

"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," ujarnya.

Kompetensi dan Kerja Keras adalah Kunci

Lebih lanjut, Prasetyo menilai keberhasilan ini merupakan simbol bahwa setiap anak bangsa memiliki panggung yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menekankan bahwa sudah seharusnya tidak ada lagi sekat yang membedakan peserta berdasarkan latar belakang keluarga ataupun kondisi ekonomi orang tua.

"Manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu," tuturnya.

Menurut pengamatannya, seleksi Paskibraka mengedepankan aspek kompetensi dan kerja keras. Ia pun mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukanlah perkara sederhana, karena dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang untuk melewati setiap tahapannya.

"Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras. Tidak mudah lho," ungkapnya.