PARADAPOS.COM - Pegadaian Kantor Wilayah IX resmi meluncurkan program GadePreneur 2026, sebuah inisiatif pemberdayaan yang menyasar 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Program yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 ini menghadirkan peserta dari beragam sektor, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga fesyen. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan pelat merah tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor usaha kecil.
Suasana di lokasi kegiatan terlihat antusias. Puluhan peserta duduk rapi, membawa produk unggulan masing-masing, siap menerima arahan dari para mentor yang telah disiapkan. Mereka bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk membangun jaringan dan mencari celah baru bagi pengembangan bisnis.
Apresiasi untuk Semangat Wirausaha
Pemimpin Pegadaian Kantor Wilayah IX, Maryono, menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada para peserta. Ia menekankan bahwa keberagaman latar belakang usaha yang hadir justru menjadi bukti nyata tingginya kreativitas pelaku UMKM di Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir dengan berbagai latar belakang usaha. Hal ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki kreativitas yang tinggi dan membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat berkembang lebih optimal,” ujar Maryono dalam keterangannya.
Dukungan Nyata Menghadapi Tantangan Bisnis
Tak hanya dari pimpinan wilayah, dukungan juga datang langsung dari jajaran bisnis. Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Kalideres, Sunarjati, hadir untuk menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. Ia menjelaskan bahwa pembinaan ini dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan bisnis yang terus berubah.
“Melalui pembinaan seperti ini, kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga memiliki strategi usaha yang lebih matang sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usahanya secara berkelanjutan,” ungkap Sunarjati.
Pemberdayaan UMKM yang Terstruktur
Program Pembinaan GadePreneur 2026 merupakan wujud komitmen jangka panjang Pegadaian. Tujuannya jelas: memberdayakan UMKM agar mampu naik kelas melalui pelatihan bisnis yang terarah dan berkelanjutan. Bukan pelatihan dadakan, program ini memiliki kurikulum yang dirancang untuk memberikan dampak nyata.
Dalam sesi inti kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari mentor bisnis nasional, Jaya Setiabudi. Mentor tersebut memberikan evaluasi menyeluruh terhadap produk peserta. Mulai dari analisis pasar, kualitas produk, merek, kemasan, distribusi, hingga strategi promosi, semua dibedah satu per satu.
Para peserta yang hadir mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Mereka tidak hanya diajari soal pentingnya kualitas produk, tetapi juga dibekali pemahaman fundamental tentang bisnis. Hal ini diharapkan mampu membantu mereka memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Program GadePreneur sendiri telah berjalan hingga tiga angkatan. Dari setiap angkatannya, lahir alumni-alumni UMKM binaan yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui program ini, Pegadaian tidak hanya memberikan pelatihan bisnis berkurikulum, tetapi juga membuka akses pasar, baik secara offline maupun online.
Pegadaian Kantor Wilayah IX, yang membawahi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Provinsi Banten, berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan. Fokusnya adalah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Beijing Kecam Jepang Tuding Kedok Keamanan Regional untuk Perluas Militer
Kebakaran Hutan di Pelalawan Riau Meluas, Tim Gabungan Kerahkan Helikopter Water Bombing
Rizky Ridho Akui Keanehan Main di Kandang Sendiri tapi Harus Naik Pesawat ke Samarinda
Jakarta Deklarasikan Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 di Tengah Darurat TPST Bantargebang