PARADAPOS.COM - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan stok beras di empat kompleks pergudangan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencapai lebih dari 37 ribu ton. Jumlah ini dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menyusul kunjungan kerja Komandan Distrik Militer (Dandim) 0703/Cilacap, Letkol Infanteri Aryudha Sakti, ke Kompleks Pergudangan Klapagada pada Rabu malam. Kunjungan militer tersebut bukan sekadar seremoni. Prawoko menjelaskan bahwa Dandim Aryudha Sakti datang untuk meninjau langsung hasil serapan panen petani yang tersimpan di gudang Bulog. “Hari ini kami mendapat kunjungan khusus dari Dandim 0703/Cilacap Letkol Infanteri Aryudha Sakti di Kompleks Pergudangan Klapagada. Beliau melihat langsung hasil serapan panen petani yang tersimpan di gudang Bulog,” ujarnya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa agenda tersebut memiliki tujuan strategis. Pengecekan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan logistik dalam menghadapi lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya terjadi menjelang hari kemerdekaan. Dengan begitu, distribusi dan harga pangan diharapkan tetap terkendali. Stok di Klapagada Tembus 8.000 Ton Salah satu temuan menarik dari kunjungan tersebut adalah kapasitas penyimpanan yang hampir penuh. Menurut Prawoko, stok beras yang dikuasai Kompleks Pergudangan Klapagada mencapai kisaran 8.000 ton. Angka ini terbilang unik karena melebihi kapasitas dasar gudang milik Bulog yang hanya sekitar 7.000 ton. “Kurang lebih terdapat stok beras sejumlah 8.000 ton yang dikuasai Kompleks Pergudangan Klapagada, melebihi kapasitas yang dimiliki Bulog yang hanya 7.000 ton, termasuk tiga gudang filial milik swasta yang disewa atau pinjam pakai untuk menyimpan stok tersebut,” katanya menegaskan. Kelebihan volume ini diatasi dengan memanfaatkan gudang filial swasta melalui skema sewa atau pinjam pakai. Rincian Jenis dan Kemasan Beras Prawoko memaparkan bahwa komposisi stok di Klapagada cukup beragam. Terdapat beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan 5 kilogram yang siap digelontorkan ke pasar. Selain itu, ada pula pasokan untuk kebutuhan sosial. “Selain itu, tersedia pula beras kemasan 10 kilogram untuk penyaluran bantuan pangan serta beras kemasan 50 kilogram hasil pengolahan gabah kering panen dari petani sekitar,” jelasnya. Beras kemasan 50 kilogram tersebut merupakan hasil olahan langsung dari gabah petani, menunjukkan sinergi serapan hasil panen lokal. Kolaborasi Lintas Institusi Dalam kesempatan itu, Prawoko menyoroti pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci utama agar distribusi beras SPHP tepat sasaran. “Pemerintah bersama Bulog, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berkolaborasi dalam penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilisasi harga beras di pasar,” tuturnya. Khusus untuk pendistribusian di wilayah Cilacap, Kodim 0703/Cilacap melalui jajaran Koramil turut dilibatkan dalam penyaluran ke masyarakat. Ia menambahkan, beras SPHP ini memiliki harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. “Beras SPHP ditetapkan pemerintah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram,” imbuhnya. Sementara itu, untuk program bantuan pangan, setiap penerima bantuan pangan (PBP) akan mendapatkan jatah sebanyak tiga alokasi atau total 30 kilogram beras. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Proyeksi Stok Terus Bertambah Melihat kondisi keseluruhan, Prawoko optimistis dengan ketahanan pangan di wilayah kerjanya. Meski angka 37 ribu ton sudah terbilang besar, ia memastikan jumlah tersebut tidak akan berhenti di situ. “Secara umum terdapat empat kompleks pergudangan milik Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas di Kabupaten Cilacap dengan jumlah stok beras lebih dari 37 ribu ton dan akan terus bertambah sesuai dengan pengadaan yang masuk,” ungkapnya. Ia mengharapkan ketersediaan stok tersebut mampu menjaga pasokan beras di pasar sekaligus mendukung stabilitas harga menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Di akhir pernyataannya, Prawoko menegaskan komitmen bersama untuk menyukseskan perayaan kemerdekaan. “Menjelang HUT Ke-81 RI, Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas bersama Kodim/0703 Cilacap memastikan stok beras melimpah, ketersediaannya cukup di pasar, dan harganya stabil sehingga masyarakat dapat merayakan HUT RI Ke-81 dengan meriah,” kata Prawoko.