Xavi Hernandez Resmi Gantikan Ronald Koeman sebagai Pelatih Timnas Belanda

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB
Xavi Hernandez Resmi Gantikan Ronald Koeman sebagai Pelatih Timnas Belanda

PARADAPOS.COM - Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Belanda, menggantikan Ronald Koeman yang mundur setelah tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Legenda Barcelona itu menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030 dan akan memulai babak baru setelah dua tahun menganggur sejak dipecat dari Barcelona pada 2024. Penunjukan ini diumumkan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada Kamis, 13 Agustus 2026. Keputusan ini tentu saja mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, Xavi selama ini identik dengan sepak bola Spanyol dan Barcelona. Namun, di balik itu semua, ada benang merah yang menghubungkan dirinya dengan Belanda, terutama lewat filosofi Total Football yang diwariskan Johan Cruyff dan Rinus Michels. 'Produk Sepak Bola Belanda' Dalam pernyataan resminya, Xavi mengaku sangat antusias dengan tantangan barunya ini. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai bagian dari produk sepak bola Belanda karena pengaruh besar para pelatih Belanda dalam kariernya. "Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," kata Xavi setelah resmi ditunjuk. Lebih lanjut, ia menjelaskan ikatan emosionalnya dengan negeri kincir angin tersebut. Xavi merasa berutang budi pada filosofi yang ditanamkan para pendahulunya dari Belanda. "Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," ungkapnya. Misi Besar di Oranje Penunjukan Xavi ini terjadi di tengah kekecewaan publik Belanda. Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang jauh dari harapan. Tersingkir di babak 32 besar setelah dikalahkan Maroko menjadi pukulan telak, yang berujung pada mundurnya Ronald Koeman. Kini, Xavi dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan kembali kejayaan Belanda. Ia mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang dinilainya sejalan dengan filosofi yang ia yakini. "Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan," ujar Xavi. "Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat," lanjutnya. Menariknya, ini bukan kali pertama Xavi menggantikan Koeman. Sebelumnya, ia juga mengambil alih kursi pelatih Barcelona dari Koeman pada 2021. Saat itu, ia berhasil membawa Blaugrana menjuarai LaLiga Spanyol pada musim 2022/23, mengakhiri penantian gelar liga selama empat tahun. Dari Camp Nou ke Kursi Panas Perjalanan Xavi sebagai pelatih memang penuh warna. Setelah pensiun sebagai pemain, ia memulai karier kepelatihannya di Al Sadd, Qatar, pada 2019. Di sana, ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021. Di Camp Nou, Xavi sempat membangkitkan Barcelona dari periode sulit. Namun, kegagalan mempertahankan performa membuatnya hengkang setelah musim 2023/24 tanpa trofi. Setelah itu, ia memilih mengambil masa jeda, meski sempat mendapat sejumlah tawaran. Keputusan untuk menangani timnas Belanda menjadi langkah berani. Dengan pengalaman panjangnya sebagai pemain—termasuk memenangkan Piala Dunia 2010 dan dua gelar Piala Eropa bersama Spanyol—Xavi kini membawa ambisi besar untuk mengembalikan kejayaan Oranje di kancah internasional.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar