PARADAPOS.COM - Ketua DPR RI, Puan Maharani, buka suara terkait sorotan publik terhadap aksi joget sejumlah anggota dewan pada Sidang Tahunan MPR RI tahun lalu. Menjelang penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, Puan berjanji para wakil rakyat akan lebih menjaga sikap, berintrospeksi, dan mengikuti seluruh rangkaian acara kenegaraan dengan lebih khidmat. Pernyataan ini disampaikan Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai respons atas kritik yang sempat mengemuka.
Puan menegaskan bahwa seluruh anggota dewan sejatinya telah mengikuti agenda resmi dengan penuh perhatian. Namun, ia mengakui bahwa momen kegembiraan sempat terjadi secara spontan saat rangkaian acara inti telah usai.
Klarifikasi Momen Spontan yang Jadi Sorotan
Menurut penuturannya, aksi yang terekam kamera dan viral di media sosial itu bukanlah bentuk pelecehan terhadap protokol kenegaraan. Puan menjelaskan, kegembiraan tersebut justru muncul sebagai luapan rasa syukur setelah rangkaian pidato kenegaraan dinyatakan selesai.
"Insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, lebih akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia merinci, saat penyampaian pidato Presiden dan pidato pengantar RAPBN berlangsung, suasana di ruang sidang berjalan serius. Seluruh peserta sidang, menurutnya, larut dalam agenda resmi tersebut.
"Pelaksanaan waktu mendengarkan pidato Bapak Presiden dan kemudian pidato RAPBN sebenarnya semuanya juga mendengarkan dengan khidmat," ujarnya.
Penjelasan di Balik Ekspresi Kegembiraan
Puan lantas mengurai kronologi kejadian yang memicu polemik. Ia menyebut, ekspresi gembira itu baru muncul ketika alunan lagu diputar setelah pidato resmi berakhir. Pada momen itulah, sejumlah anggota dewan terlihat bergoyang mengikuti irama.
"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan," kata Puan.
Dia menegaskan tidak ada maksud dari anggota DPR untuk tidak menghargai atau menghormati prosesi kenegaraan yang berlangsung. Baginya, momen tersebut adalah bagian dari ekspresi kebahagiaan yang wajar setelah mengikuti rangkaian acara yang panjang dan serius.
"Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam acara yang harusnya dilakukan secara khidmat atau resmi, karena memang acara resminya sudah selesai," tuturnya.
Dengan adanya pernyataan tegas ini, publik diharapkan dapat memahami konteks kejadian tahun lalu. Puan pun memastikan bahwa pelajaran berharga telah diambil, dan seluruh jajaran DPR akan tampil lebih profesional serta menjaga wibawa lembaga pada Sidang Tahunan mendatang.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sumatera di Batam
Peringati HUT ke-81 RI, Prajurit Yonif 400 Banteng Raiders dan Warga Kompak Donor Darah Kumpulkan 250 Kantong
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt Mundur Akhir Agustus, Trump Minta Jadi Penasihat Utama
BMKG: Langit Jakarta Cerah Berawan Hari Ini, Suhu Capai 34 Derajat