Gempa M7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 914 Rumah Rusak Berat

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Gempa M7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 914 Rumah Rusak Berat

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 16 Agustus 2026, telah menewaskan 47 orang dan merusak ratusan bangunan. Wilayah dengan korban jiwa terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 23 orang meninggal dunia, disusul Manggarai Timur dengan 17 orang. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat 101 warga mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam, sementara 914 unit rumah dilaporkan rusak berat akibat guncangan yang diikuti 341 kali gempa susulan tersebut.

Guncangan Keras dan Rentetan Gempa Susulan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa dampak kehancuran yang terjadi kali ini terbilang signifikan. Gempa yang berpusat di laut ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah kabupaten/kota. Rentetan gempa susulan yang terus terjadi pasca-guncangan utama menambah kesulitan proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan pada hari kejadian, korban jiwa tersebar di enam kabupaten. Selain dua wilayah dengan korban terbanyak, data BNPB menyebutkan Kabupaten Sikka kehilangan 4 jiwa, sedangkan Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo masing-masing melaporkan 1 korban meninggal dunia.

"Bencana ini merenggut nyawa 47 orang, dengan korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Dari sisi infrastruktur, dampak gempa dirasakan sangat luas. Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan tim lapangan BNPB, tercatat 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 unit rusak sedang, dan 317 unit lainnya mengalami rusak ringan. Kerusakan tersebut tersebar di berbagai titik, menjadikan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

"Setidaknya 101 warga dilaporkan luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam," sambungnya memaparkan.

Bukan hanya permukiman warga, guncangan keras juga merobohkan puluhan fasilitas publik yang vital. BNPB mencatat 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah turut menjadi korban keganasan bencana alam ini. Kerusakan fasilitas kesehatan menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat penanganan medis bagi para korban luka.

"Data sementara di wilayah NTT mencatat 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan," urai Berton.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian, pertolongan, dan pendataan lebih lanjut di lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini