Kisah Viswash Kumar Ramesh: Satu-satunya Selamat Kecelakaan Air India AI 171, Kini Berjuang Lawan PTSD

- Selasa, 04 November 2025 | 20:50 WIB
Kisah Viswash Kumar Ramesh: Satu-satunya Selamat Kecelakaan Air India AI 171, Kini Berjuang Lawan PTSD

Kisah Viswash Kumar Ramesh: Satu-satunya Korban Selamat Kecelakaan Air India AI 171

NEW DELHI - Kisah hidup Viswash Kumar Ramesh (39) menjadi bukti keajaiban di tengah tragedi kecelakaan pesawat Air India AI 171 yang menewaskan 241 penumpang dan awak pesawat. Kecelakaan maut ini terjadi pada 12 Juni lalu, sesaat setelah pesawat lepas landas dari Bandara Ahmedabad.

Proses Pemulihan Pasca Kecelakaan Pesawat

Setelah berbulan-bulan menjalani perawatan medis intensif dan terapi trauma, Ramesh akhirnya muncul ke publik untuk membagikan kisahnya. Baik luka fisik maupun trauma psikologisnya masih belum sepenuhnya pulih.

Detik-detik Mengerikan Kecelakaan Pesawat Air India

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Ramesh mengungkapkan momen menegangkan ketika pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang ditumpanginya tiba-tiba kehilangan tenaga setelah lepas landas. "Rasanya seperti pesawat berhenti di udara selama beberapa detik, lalu semuanya bergetar hebat," kenangnya.

Ramesh yang duduk di kursi 11A dekat jendela secara ajaib masih bernapas saat pesawat terbakar setelah menghantam tanah. Rekaman amatir menunjukkan pria ini berjalan tertatih menjauh dari reruntuhan pesawat yang diselimuti asap, dengan tubuh penuh luka dan debu.

Trauma dan Gangguan Stres Pasca Kecelakaan

Kini tinggal di Leicester, Inggris, Ramesh masih merasakan dampak fisik kecelakaan pesawat tersebut. Namun yang lebih berat adalah luka batinnya - dia menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang parah.

"Saya tidak bisa tidur. Setiap kali menutup mata, saya kembali ke momen itu, jeritan, api, bau asap, dan adik saya yang tak lagi bernapas," ujarnya. Dokter menyatakan dia tidak akan bisa bekerja secara penuh lagi.

Dampak Kecelakaan Pesawat terhadap Keluarga

Tragedi ini menghancurkan kehidupan keluarga Ramesh. Ibunya mengalami depresi berat dan mengurung diri sejak menerima kabar kematian anak bungsunya. Bisnis perikanan keluarga yang dijalankan Ramesh bersama adiknya di India juga bangkrut total.

Kompensasi dan Tanggung Jawab Maskapai Penerbangan

Air India telah memberikan kompensasi sementara sebesar 21.500 poundsterling (sekitar Rp440 juta), namun Ramesh menyatakan jumlah itu tidak cukup menutup biaya pemulihan dan kehilangan yang dideritanya. Aktivis dan pendukung korban mendesak maskapai dan pemerintah India untuk memberikan dukungan lebih besar.

Penyebab Kecelakaan Pesawat Air India

Hasil penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan disebabkan oleh putusnya pasokan bahan bakar beberapa detik setelah pesawat lepas landas, menyebabkan mesin kehilangan daya dan jatuh di area terbuka dekat bandara.

Makna Hidup Pasca Selamat dari Kecelakaan

Ramesh mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa dirinya adalah satu-satunya yang selamat. "Saya merasa seperti hidup di tubuh orang lain. Saya tidak tahu kenapa saya diselamatkan, tapi saya tahu saya harus mencari makna di balik semua ini," ujarnya.

Setiap hari kini menjadi perjuangan baru baginya, bukan hanya untuk memulihkan fisik, tapi juga untuk menemukan kembali alasan hidup di tengah kehilangan yang begitu dalam.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar