PARADAPOS.COM - Danantara Indonesia bersama BUMN Peduli mengerahkan bantuan darurat untuk korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari pukul 04.58 WIB. Bencana ini menimbulkan setidaknya 47 korban jiwa dan memaksa sekitar 5.000 warga mengungsi. Langkah respons cepat ini terkoordinasi lewat distribusi bantuan langsung ke sejumlah titik bencana, mencakup pemulihan jaringan listrik dan komunikasi, serta penyaluran kebutuhan pokok di Kabupaten Sikka, Ngada, dan Manggarai.
Respons Cepat di Tengah Kondisi Darurat
Ketika kabar gempa besar itu sampai ke Jakarta, koordinasi lintas BUMN langsung berputar. Manajemen Danantara Indonesia, melalui keterangan resminya di akun Instagram @danantara.indonesia pada Minggu (16/09/2026) malam, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian terhadap situasi di NTT. “Sebagai wujud kepedulian, Danantara Indonesia bersama BP BUMN bergerak cepat merespons situasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengordinasikan langkah pemulihan melalui BUMN Peduli,” terang manajemen Danantara Indonesia.
Di lapangan, suasana tanggap darurat terasa kental. Tim gabungan dari berbagai perusahaan pelat merah bahu-membahu memastikan roda kehidupan masyarakat yang lumpuh bisa berputar kembali. Sinergi ini melibatkan PT PLN, Telkom Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Memulihkan Listrik dan Jalur Komunikasi
Salah satu prioritas utama adalah menghidupkan kembali infrastruktur vital. PT PLN bergerak cepat dengan menyediakan penerangan darurat di lokasi-lokasi pengungsian. Hasilnya cukup signifikan: 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik di area terdampak telah berhasil dipulihkan. Di sisi lain, Telkom Indonesia berfokus pada percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi. Ini bukan sekadar soal sinyal, melainkan jalur koordinasi bagi para relawan dan akses informasi bagi warga yang masih trauma.
Bantuan Kebutuhan Dasar dari Perbankan
Sementara itu, PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia bergerak di jalur logistik. Keduanya menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, hingga genset. Bantuan ini tidak hanya menumpuk di satu titik, tetapi diarahkan ke lokasi-lokasi paling krusial. Para relawan menjangkau posko terpadu, area pengungsian lapangan, hingga fasilitas kesehatan yang tersebar di Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai.
“Langkah tanggap darurat hingga pascabencana ini menjadi bukti komitmen Danantara Indonesia untuk terus hadir, mendampingi dan menguatkan masyarakat terdampak,” tulis manajemen Danantara Indonesia dalam unggahannya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat
Aksi korporasi ini berjalan beriringan dengan langkah pemerintah pusat. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan bantuan berupa 50 ribu paket sembako. Presiden juga menugaskan sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Basarnas, Bulog, Pertamina, dan Telkom Indonesia untuk turun langsung dalam penanganan bencana NTT.
Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT, seluruh upaya ini diharapkan mampu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Kerusakan infrastruktur yang parah memang menjadi tantangan besar, tetapi kolaborasi lintas sektor ini menjadi secercah harapan di tengah duka.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun