Mensesneg: Atraksi Bendera Raksasa Prabowo di HUT RI Bentuk Apresiasi TNI atas Modernisasi Alutsista

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:25 WIB
Mensesneg: Atraksi Bendera Raksasa Prabowo di HUT RI Bentuk Apresiasi TNI atas Modernisasi Alutsista

PARADAPOS.COM - Momen peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Ibu Kota tahun ini meninggalkan kesan tersendiri. Sebuah atraksi udara yang menampilkan bendera raksasa dengan wajah Presiden Prabowo Subianto menjadi pusat perhatian, memicu beragam reaksi publik. Tak sedikit yang mempertanyakan maksud di balik visual yang terpampang di langit Jakarta tersebut. Pemerintah akhirnya buka suara, menjelaskan bahwa aksi itu bukan sekadar seremonial, melainkan wujud apresiasi TNI atas perhatian serius terhadap modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di era kepemimpinan Prabowo.

Bukan Sekadar Atraksi, Ini Kata Mensesneg

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara di tengah riuhnya perbincangan publik. Ia menegaskan bahwa pengibaran baliho bergambar Presiden dari udara merupakan ekspresi kebanggaan prajurit. Menurutnya, momen tersebut adalah cara TNI menyampaikan rasa terima kasih secara langsung atas perhatian pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). Ia mencoba meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat. "Ini substansinya gini. Itu kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kita gitu ya," ucap Pras saat ditemui awak media.

Apresiasi untuk Penguatan Alutsista

Lebih jauh, Prasetyo menjelaskan bahwa proses penguatan alutsista ini tidak berjalan instan. Fondasinya telah diletakkan sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode 2019-2024. Kebijakan tersebut kemudian berlanjut dan semakin diperkuat setelah Prabowo resmi memimpin negara.

"TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," katanya. Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di media sosial mengenai tendensi politik di balik atraksi tersebut.

Simbol Kebanggaan di Balik Formasi Udara

Prasetyo kemudian mengajak publik untuk melihat makna yang lebih dalam dari rangkaian atraksi militer saat upacara. Ia menyoroti penerbangan empat pesawat jet tempur Dassault Rafale asal Prancis yang melintas di atas lokasi upacara. Menurutnya, formasi tersebut bukanlah hal yang mudah diwujudkan.

“Menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Itu loh yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah,” ujarnya. Ia menambahkan, atraksi terjun payung yang membawa bendera raksasa juga melibatkan keterampilan dan nyali prajurit pilihan.

Kesiapan TNI untuk Negeri

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga mengaitkan penguatan alutsista dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire). Ia menekankan bahwa kemampuan dan perlengkapan TNI tidak hanya berorientasi pada pertahanan dari ancaman militer, tetapi juga memiliki peran vital dalam operasi kemanusiaan.

"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," ungkap dia. Pernyataan ini menegaskan bahwa investasi pada peralatan militer berdampak langsung pada kecepatan respons negara saat bencana alam melanda berbagai daerah di tanah air.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler