Tel Aviv - PARADAPOS.COM - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah video yang memperlihatkan pembangunan fasilitas hukuman gantung untuk warga Palestina. Video tersebut diunggah melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (21/8/2026). Pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari disahkannya undang-undang kontroversial yang mengatur hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti melakukan tindak pidana terorisme di pengadilan militer Israel. Yang menjadi catatan penting, regulasi ini tidak berlaku bagi ekstremis Yahudi yang dituduh melakukan kejahatan serupa.
Dalam rekaman yang beredar, Ben-Gvir yang dikenal sebagai tokoh garis keras itu tampak berjalan di sebuah area konstruksi. Dengan nada percaya diri, ia menunjuk ke arah fondasi bangunan yang sedang dikerjakan sambil menyebut lokasi tersebut sebagai tempat eksekusi bagi "para teroris". Momen ini terekam jelas dan langsung memicu reaksi luas, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional.
Fasilitas Eksekusi dan Ruang Khusus Keluarga Korban
Ben-Gvir, yang kerap menuai kecaman internasional akibat berbagai kebijakan dan pernyataannya, menjelaskan bahwa kompleks tiang gantungan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat eksekusi. Ia menambahkan bahwa lokasi itu akan dilengkapi dengan bilik khusus. Bilik tersebut dirancang untuk keluarga korban agar mereka dapat menyaksikan langsung proses hukuman gantung berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Ben-Gvir di tengah kunjungannya ke lokasi yang enggan disebutkan namanya itu. Meski demikian, sejumlah media lokal Israel melaporkan bahwa area yang telah ditutup untuk umum tersebut berada di dekat sebuah penjara setempat. Foto-foto yang beredar dari media Israel menunjukkan keberadaan buldoser dan aktivitas konstruksi berat di area tersebut, mengonfirmasi bahwa proyek memang sedang berjalan.
Janji yang Ditepati
Dalam video yang diunggahnya, Ben-Gvir tidak hanya memamerkan progres pembangunan. Ia juga menyampaikan pidato singkat yang menegaskan konsistensinya terhadap janji-janji politiknya. Menurutnya, apa yang dilakukan sekarang adalah bagian dari komitmen yang telah lama ia gaungkan.
"Saya berjanji untuk memperberat kondisi para teroris di penjara -- kami telah menepatinya," kata Ben-Gvir dalam video tersebut.
"Saya berjanji untuk mengesahkan undang-undang hukuman mati bagi teroris -- kami telah melakukannya. Kini, fasilitas hukuman mati dan fasilitas hukuman gantung pun mulai dibangun," imbuh menteri garis keras tersebut.
Pernyataan ini tentu saja menambah daftar panjang kontroversi yang mewarnai karier politik Ben-Gvir. Langkahnya kali ini dinilai banyak pihak sebagai eskalasi ketegangan yang tidak perlu, terutama di tengah situasi kawasan yang sudah sangat rapuh. Kebijakan yang hanya menyasar satu kelompok etnis tertentu juga memicu pertanyaan besar mengenai aspek keadilan dan kesetaraan di mata hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Palestina maupun lembaga hak asasi manusia internasional mengenai perkembangan terbaru ini. Namun, kecaman dan kekhawatiran dipastikan akan terus mengalir menyusul langkah kontroversial yang diambil oleh menteri keamanan nasional Israel tersebut.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun