Verrell Yustin Mulia Pindah ke Ganda Putra, Berguru ke Fajar Alfian

- Sabtu, 01 November 2025 | 18:15 WIB
Verrell Yustin Mulia Pindah ke Ganda Putra, Berguru ke Fajar Alfian

Verrell Yustin Mulia Pindah ke Ganda Putra: Cerita Adaptasi dan Berguru ke Fajar Alfian

PBSI secara resmi mengumumkan perpindahan sektor Verrell Yustin Mulia dari ganda campuran ke ganda putra. Pebulu tangkis muda ini akan berpasangan dengan Adrian Pratama dan menjalani debutnya di Indonesia International Challenge pada November 2025.

Proses Awal Diminta Pindah ke Ganda Putra

Verrell mengungkapkan bahwa inisiatif perpindahan sektor berasal dari pelatih ganda campuran, Rionny Mainaky. Saat tidak berangkat turnamen karena mundur, Rionny menawarkan opsi pindah ke ganda putra di bawah bimbingan pelatih Chafidz Yusuf.

"Kak On bilang ada pembicaraan transfer karena Mas Chafidz menilai saya cocok untuk ganda putra. Saya menyatakan kesiapan untuk ditempatkan di mana saja sesuai keputusan pelatih dan pengurus," cerita Verrell yang kini telah menjalani tiga minggu masa adaptasi.

Proses Adaptasi dengan Berguru ke Senior

Verrell mengakui perlu belajar dari senior-senior ganda putra untuk mempercepat adaptasi. Ia berkonsultasi dengan Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana, hingga legenda Christian Hadinata.

"Koh Chris menilai adaptasi seharusnya tidak lama karena saya pernah bermain ganda putra dan cover lapangan lebih nyaman. Fokus saya sekarang mengasah kemampuan bermain di depan lagi setelah hampir tiga tahun tidak latihan depan," jelas pemain berusia 21 tahun ini.

Chemistry dengan Adrian Pratama sudah terbangun dengan baik meski berbeda usia satu tahun. "Secara permainan intensitas lebih tinggi, dan chemistry dengan Adrian sudah oke meski di luar tidak terlalu akrab," tambahnya.

Keyakinan di Tengah Perkembangan Karier

Verrell yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan bulu tangkis Indonesia mengaku pasrah dengan proses yang dijalaninya. Meski teman seangkatannya seperti Faza dan Joaquin/Raymond sudah menunjukkan prestasi di level internasional, ia tetap optimis.

"Secara mental saya hanya berusaha melakukan yang terbaik setiap hari, sisanya serahkan pada Tuhan. Saya yakin di waktu yang tepat bisa menunjukkan performa terbaik," tutup Verrell penuh keyakinan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar