Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Gencatan Senjata Runtuh

- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:25 WIB
Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Gencatan Senjata Runtuh
PARADAPOS.COM - Serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam konflik terbaru telah menewaskan 53 orang dan melukai 592 lainnya, menurut data resmi yang dirilis Kementerian Kesehatan Iran pada Rabu (22/7/2026). Angka ini menunjukkan eskalasi signifikan setelah gencatan senjata singkat antara kedua negara runtuh awal bulan ini. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengumumkan data terbaru tersebut melalui akun media sosial X. “Akibat serangan AS, 592 orang luka dan 53 orang tewas,” ujarnya. Dalam pernyataannya, Kermanpour tidak merinci lokasi spesifik atau asal daerah para korban. Namun, jumlah korban tewas ini bertambah tiga orang dibandingkan pengumuman sebelumnya pada 19 Juli, di mana kementerian mencatat 50 orang tewas dan 518 lainnya luka-luka.

Kronologi Runtuhnya Gencatan Senjata

Angka korban tersebut sudah mencakup periode konflik sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pada 7 Juli. Sebelum pengumuman itu, tepatnya pada 27 Juni, kedua negara telah terlibat dalam aksi saling serang yang dipicu oleh sengketa pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz. Sebelum eskalasi terbaru, AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Islamabad. Perjanjian itu dirancang untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari, dengan masa berlaku setidaknya 60 hari.

Serangan Balasan dan Klaim Centcom

Namun, sejak 7 Juli, situasi berubah drastis. Pasukan AS melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons atas penembakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Militer Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, mereka menyerang pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah, memperluas radius konflik dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar