Keracunan Jamur Enoki: Gejala, Penyebab, dan 4 Cara Mencegahnya

- Senin, 03 November 2025 | 11:15 WIB
Keracunan Jamur Enoki: Gejala, Penyebab, dan 4 Cara Mencegahnya

Waspada Keracunan Jamur Enoki: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jamur enoki merupakan bahan makanan populer dalam berbagai hidangan Indonesia, mulai dari sup, tumisan, hingga seblak. Namun, baru-baru ini viral kasus keracunan jamur enoki yang dialami seorang wanita hingga harus dilarikan ke UGD.

Viral Kasus Keracunan Jamur Enoki di TikTok

Sebuah akun TikTok @y.ameliyaa2 membagikan pengalamannya nyaris kehilangan nyawa usai mengonsumsi jamur enoki. Ia mengalami muntah-muntah hebat hingga 10 kali, kuku membiru, dan harus menjalani perawatan darurat di rumah sakit akibat keracunan bakteri dari jamur tersebut.

Apakah Jamur Enoki Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Menurut dr. Dion Haryadi, jamur enoki memang berpotensi menyebabkan keracunan jika terkontaminasi bakteri. Kandungan air yang tinggi pada jamur enoki membuatnya mudah lembap, sehingga menjadi media ideal untuk perkembangan bakteri meskipun disimpan dalam kulkas.

Nutrisi dan Manfaat Jamur Enoki

Meski berisiko, jamur enoki sebenarnya memiliki nilai gizi yang baik. Jamur ini rendah kalori dan lemak, kaya akan vitamin B (terutama niasin dan asam pantotenat), serat, protein, serta mineral seperti kalium dan fosfor. Kandungan antioksidannya juga bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dan mendukung kesehatan otak.

Cara Aman Mengonsumsi Jamur Enoki

dr. Dion memberikan imbauan penting untuk mencegah keracunan jamur enoki:

  • Hindari menyetok jamur enoki dalam waktu lama
  • Beli dalam jumlah cukup untuk 1-2 kali konsumsi
  • Jika harus menyimpan, batasi waktu penyimpanan maksimal 3-5 hari
  • Selalu masak jamur enoki hingga matang sebelum dikonsumsi

Dengan penanganan yang tepat, jamur enoki tetap bisa dinikmati sebagai bahan makanan yang lezat dan bergizi tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar