Peringatan Dini BMKG: Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Indonesia November 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diperkirakan melanda berbagai wilayah pesisir Indonesia sepanjang November 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir pesisir ini.
Penyebab Banjir Rob November 2025
Menurut Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, fenomena Fase Perigee dimana jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi, bersamaan dengan Bulan Purnama pada 5 November 2025, menjadi pemicu utama. Kombinasi kedua fenomena astronomi ini dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum secara signifikan.
Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir Rob
BMKG memprediksi banjir pesisir berpotensi terjadi di wilayah pesisir berikut:
Wilayah Sumatera
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Kepulauan Riau
- Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
Wilayah Jawa dan Bali
- Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
Wilayah Indonesia Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Utara
- Maluku
Periode Puncak Banjir Rob November 2025
BMKG merinci waktu potensi banjir rob bervariasi di tiap wilayah dengan puncak potensi terjadi pada tanggal 4-12 November 2025 di sebagian besar wilayah pesisir. Berikut rincian waktu per wilayah:
Wilayah Sumatera
- Aceh: 4-10 November
- Sumatera Utara: 2-10 November
- Sumatera Barat: 18-21 November
- Kepulauan Riau: 5-12 November
- Bangka Belitung: 7-15 November
Wilayah Jawa dan Bali
- Jakarta: 3-12 November
- Banten: 4-11 November
- Jawa Barat: 4-16 November
- Jawa Tengah: 1-16 November
- Jawa Timur: 1-15 November
- Bali: 5-9 November
Wilayah Indonesia Timur
- NTB: 3-26 November
- Kalimantan Utara: 4-10 November
- Kalimantan Selatan: 1-30 November
- Sulawesi Utara: 4-7 November
- Maluku: 2-13 November
Dampak dan Langkah Antisipasi
Banjir rob diperkirakan berdampak pada aktivitas pelabuhan, pemukiman pesisir, tambak garam, dan perikanan darat. BMKG menyarankan langkah mitigasi dini seperti:
- Mengamankan barang-barang berharga
- Mengatur ulang jadwal aktivitas pelabuhan dan perikanan
- Menghindari aktivitas di area rawan genangan saat puncak pasang
- Memantau informasi cuaca maritim secara berkala
Masyarakat diharapkan selalu waspada dan siaga terhadap potensi pasang maksimum air laut selama periode tersebut dengan memperbarui informasi dari BMKG secara rutin.
Artikel Terkait
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Tunjangan Pensiun Pejabat Negara
Relawan SPPG Purbalingga Diberhentikan Usai Unggah Status WhatsApp Merendahkan Masyarakat
Istri Tangerang Serahkan Diri Usai Bunuh Suami yang Mau Poligami
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Salat Tarawih, Tak Ada Korban Jiwa