Projo Bukan Pro Jokowi: Arti, Makna Logo Baru, dan Klarifikasi Budi Arie

- Sabtu, 01 November 2025 | 15:50 WIB
Projo Bukan Pro Jokowi: Arti, Makna Logo Baru, dan Klarifikasi Budi Arie
Projo Bukan Pro Jokowi: Arti, Makna, dan Perubahan Logo - Berita Terkini

Projo Bukan Singkatan dari Pro Jokowi, Ini Penjelasan Budi Arie Setiadi

Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, secara resmi meluruskan makna dan arti nama organisasi relawan Projo. Dalam penjelasannya, dia membantah keras bahwa nama Projo memiliki keterkaitan dengan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arti Nama Projo Menurut Budi Arie Setiadi

Budi Arie menjelaskan bahwa kata "Projo" diambil dari akar bahasa Sansekerta dan Jawa Kawi. Dalam bahasa Sansekerta, kata "Projo" diartikan sebagai 'negara' atau 'negeri'. Sementara itu, dalam bahasa Jawa Kawi, "Projo" memiliki makna 'rakyat'.

Dia menegaskan, "Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya." Pernyataan ini disampaikannya kepada media di sela-selah kegiatan Kongres ke-III Projo yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta.

Klarifikasi Soal Sebutan "Pro Jokowi"

Meskipun selama ini identik dengan logo bergambar wajah Jokowi, Budi Arie menegaskan bahwa Projo tidak pernah memperkenalkan diri sebagai "Pro Jokowi". Dia menuding bahwa sebutan tersebut justru berasal dari kalangan media yang lebih mudah untuk dilafalkan.

"Projo. Memang enggak ada. Cuman teman-teman media kan ya Projo, Pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan aja," ucap Budi Arie.

Rencana Perubahan Logo Projo

Sebagai bentuk komitmen untuk tidak terkesan melakukan kultus individu, Budi Arie juga mengumumkan bahwa Projo akan melakukan perubahan logo. Logo lama yang menampilkan wajah Presiden Jokowi akan diganti dengan desain yang baru.

"Logo Projo akan kita ubah, supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (tidak wajah Jokowi lagi)," ungkapnya. Langkah ini menegaskan independensi organisasi dan fokusnya pada cita-cita membangun negeri dan rakyat, sesuai dengan makna namanya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar