Maling Motor di SDN Lebak Terekam CCTV, Pelaku Sempat Bersalaman dengan Guru
Kejadian pencurian sepeda motor menggemparkan lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Aksi pencurian motor ini menjadi sorotan karena pelaku beraksi dengan sangat santai dan bahkan sempat bersalaman dengan salah seorang guru sebelum beraksi.
Modus Pencurian Motor yang Berani
Pelaku pencurian motor ini datang ke area sekolah dalam keadaan ramai tanpa menimbulkan kecurigaan. Dengan tenang, pelaku duduk di area sekolah sambil memainkan ponsel dan menggunakan masker berwarna putih yang menutupi sebagian wajahnya.
Interaksi Pelaku dengan Guru
Sebelum mengambil motor, pelaku sempat berinteraksi dengan salah satu guru dengan berpura-pura menanyakan jadwal pulang sekolah. "Pak, kelas 2 pulang jam 10?" tanya pelaku sambil bersalaman secara sopan, seperti yang diungkapkan saksi mata bernama Dadan.
Rekaman CCTV Ungkap Aksi Pencurian
Seluruh kejadian pencurian motor ini terekam jelas dalam CCTV sekolah. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku pertama kali mencoba membongkar kunci motor pertama namun gagal. Tidak menyerah, pelaku kemudian beralih ke motor lain dan berhasil membawanya kabur hanya dalam hitungan menit.
Korban Baru Menyadari Setelah Motor Hilang
Guru yang sempat berinteraksi dengan pelaku mengira motor tersebut sedang dipinjamkan, sehingga tidak menaruh curiga. Baru setelah menyadari kehilangan, dua guru berusaha mengejar pelaku namun kehilangan jejak di area persimpangan.
Polisi Diharapkan Segera Tangani Kasus Ini
Korban pencurian motor berharap kepolisian segera menangkap pelaku dengan bantuan rekaman CCTV yang telah mengabadikan seluruh kronologi kejadian. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap modus pencurian semacam ini yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Artikel Terkait
Isu Pemakzulan Prabowo-Gibran Menguat di Tengah Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Pangan
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara