Banjir Bekasi Landa 3.548 Warga, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga 7 November

- Minggu, 02 November 2025 | 08:50 WIB
Banjir Bekasi Landa 3.548 Warga, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga 7 November

Banjir Bekasi Landa 3.548 Warga, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 7 November

Banjir melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah hujan deras pada Jumat (31/10/2025). Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.548 jiwa terdampak bencana ini.

Dampak Banjir di Kabupaten Bekasi

Berdasarkan laporan BNPB, banjir di Bekasi mengakibatkan 1.377 unit rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 140 sentimeter. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melaporkan bahwa hingga Sabtu (1/11), banjir telah surut di dua kecamatan, yaitu Serang Baru dan Cikarang Selatan.

"Sementara di lima kecamatan lainnya kondisi air berangsur surut," ujarnya dalam keterangan pada Minggu (2/11/2025). Tujuh kecamatan yang terdampak banjir adalah Serang Baru, Cikarang Utara, Sukatani, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Karangbahagia, dan Cibitung.

Banjir Juga Terjadi di Kabupaten Bandung

Tidak hanya di Bekasi, banjir juga menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yaitu Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. Kejadian ini tercatat pada Sabtu (1/11) pukul 01.00 WIB.

Abdul Muhari menjelaskan, "Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya Sungai Citarum, Sungai Cikapundung, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede hingga ke permukiman warga."

Banjir di Bandung ini menyebabkan 343 jiwa terdampak, dengan 14 orang terpaksa mengungsi di shelter Desa Dayeuhkolot. Sebanyak 129 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 10–110 sentimeter. BPBD bersama tim gabungan telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan lebat hingga ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan, periode 1-7 November 2025.

Wilayah yang perlu siaga meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Papua. "Ini catatan penting untuk sepekan ke depan yang perlu siaga," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Minggu (2/11/2025).

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan waspada terhadap potensi banjir serta bencana hidrometeorologi lainnya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar