Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi empat faktor fenomena atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan lebat hingga ekstrem di Indonesia. Kondisi ini terjadi saat memasuki fase puncak musim penghujan selama sepekan ke depan.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan mendatang akan didominasi kondisi berawan. Hal ini disebabkan oleh empat fenomena atmosfer utama: MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang atmosfer ekuator Kelvin dan Rossby, fenomena lokal belokan pertemuan angin, serta fenomena hangatnya suhu permukaan air laut.
Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan potensi terjadinya hujan lebat hingga ekstrem. BMKG memprediksi peningkatan intensitas hujan hingga sangat lebat di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk siaga dan waspada terhadap potensi curah hujan lebat hingga ekstrem di berbagai wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi pada periode 1-7 November 2025.
Selain wilayah-wilayah tersebut, hampir seluruh Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Aceh, Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. BMKG mengingatkan bahwa intensitas hujan dapat meningkat menjadi sangat lebat atau ekstrem.
Artikel Terkait
Isu Pemakzulan Prabowo-Gibran Menguat di Tengah Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Pangan
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara