Banjir di Semarang Mulai Surut: Jalan Kaligawe Kembali Bisa Dilalui
Kondisi banjir di kawasan Semarang Raya menunjukkan perbaikan signifikan dengan mulai surutnya genangan air di berbagai lokasi. Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tinggi muka air di sejumlah titik banjir telah mengalami penurunan yang cukup berarti sejak Minggu (2/11/2025).
Kondisi Terkini Jalan Raya Kaligawe Semarang
Jalan Raya Kaligawe yang sebelumnya terendam banjir dan tidak dapat dilalui kendaraan kini sudah mulai dapat diakses. Pantauan tim gabungan BNPB, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Pusdataru menunjukkan kondisi jalan tersebut sudah memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua.
"Jalan Raya Kaligawe sudah mulai surut dan dapat dilalui kendaraan roda dua. Aspal sudah terlihat dan tidak lagi tergenang air," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya.
Imbauan Keselamatan Bagi Pengendara
Meski kondisi banjir mulai membaik, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi daerah yang sebelumnya terendam. Permukaan jalan yang masih basah dan licin dapat membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan turun kembali.
Perkembangan Kolam Retensi Terboyo
BNPB juga melaporkan kemajuan positif di kolam retensi Terboyo, dimana tinggi muka air telah turun hingga 65 sentimeter setelah lebih dari lima hari dilakukan proses pompanisasi intensif. Tim dari BBWS dan BNPB terus mengoperasikan pompa dan memperlebar jalur pembuangan air menuju Laut Jawa dengan pengawasan ketat untuk memastikan proses berjalan optimal.
Wilayah yang Masih Terdampak Banjir
Meski terjadi perbaikan, genangan air masih terpantau di 13 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Genuk, Semarang. Ketinggian air di kawasan ini tercatat lebih rendah dari kolam retensi Terboyo Wetan yang berada di sekitar rumah pompa air Sringin dan mesin pompa BNPB.
Langkah Antisipasi Ke Depan
BNPB bersama BBWS dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan seluruh pompa dan saluran air berfungsi normal. Pemerintah daerah juga diimbau untuk menyiapkan langkah antisipasi jika curah hujan tinggi kembali terjadi, dengan fokus pada pemeliharaan saluran drainase dan kesiapan pompa air di titik-titik rawan banjir.
Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi genangan air baru akibat hujan lokal maupun kiriman dari daerah hulu. Kerja sama antara warga dan petugas di lapangan menjadi kunci penting untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan keamanan bersama.
Artikel Terkait
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Tunjangan Pensiun Pejabat Negara