KKB Serang Warga di Yahukimo: Kronologi dan Ciri-Ciri Pelaku Terekam CCTV

- Senin, 03 November 2025 | 02:10 WIB
KKB Serang Warga di Yahukimo: Kronologi dan Ciri-Ciri Pelaku Terekam CCTV

KKB Serang Warga di Yahukimo: Kronologi dan Ciri Pelaku Terekam CCTV

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi penyerangan terhadap warga pendatang. Insiden kekerasan ini terjadi di Jalan Elite, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 15.50 WIT.

Korban penyerangan tersebut adalah Nurdi (53). Menurut keterangan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kobes Pol Yusuf Sutejo, pelaku diduga berasal dari KKB yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo. Motif aksi ini diduga untuk menciptakan gangguan keamanan di wilayah tersebut.

"Para pelaku menyerang korban secara membabi buta. Usai melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian," jelas Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.

Ciri-Ciri Pelaku Penyerangan di Yahukimo Terekam Kamera CCTV

Seluruh rangkaian aksi keji ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Rekaman video menunjukkan tiga orang pelaku yang datang bersama-sama. Berikut adalah deskripsi ciri-ciri ketiga pelaku berdasarkan rekaman tersebut:

  • Pelaku 1: Mengenakan hoodie putih dengan garis hitam di lengan kanan. Tinggi badan sekitar 160 cm.
  • Pelaku 2: Memakai kaus hijau lengan pendek dan celana pendek berwarna cokelat. Tinggi badan diperkirakan 165 cm.
  • Pelaku 3: Berjaket hoodie hitam dan celana pendek hitam. Tinggi badan juga sekitar 165 cm.

Rekaman dari dalam kios memperlihatkan detik-detik penyerangan. Pelaku dengan jaket hitam terlihat membacok korban menggunakan parang. Sementara itu, pelaku berjaket putih menusuk bagian dagu korban dengan sebuah benda tajam. Setelah melakukan aksinya, ketiganya kabur menuju arah Jalan Elite.

Pihak berwajib kembali menegaskan bahwa para pelaku diduga merupakan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo yang bertujuan mengganggu stabilitas keamanan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar