Biografi Lengkap Mimi Mariani: Legenda Film Indonesia dari Awal Karier hingga Akhir Hayat

- Senin, 03 November 2025 | 10:50 WIB
Biografi Lengkap Mimi Mariani: Legenda Film Indonesia dari Awal Karier hingga Akhir Hayat
Mimi Mariani: Biografi, Karier Film, dan Perjalanan Hidup Legenda Indonesia

Mimi Mariani: Biografi dan Perjalanan Karier Legenda Film Indonesia

Mimi Mariani, terlahir dengan nama Troely Callebaut pada 8 Juni 1928 di Malang, Jawa Timur, adalah seorang aktris legendaris Indonesia. Sebagai anak ketujuh dari sebelas bersaudara, Mimi berasal dari keluarga dengan darah Indo dan Belgia. Ia menempuh pendidikan di MULO namun tidak menyelesaikannya. Keluarganya dekat dengan dunia hiburan, di mana adik perempuannya, Sri Murniati, juga seorang aktris, dan keponakannya adalah Doris Callebaut.

Awal Mula Karier di Dunia Hiburan

Karier Mimi Mariani dimulai pada tahun 1942 sebagai penyanyi dalam rombongan sandiwara Bintang Surabaja. Ia kemudian menjadi pemain tetap di rombongan Warna Sari pimpinan Henry Duarte pada masa pendudukan Jepang. Perjalanan kariernya terus menanjak dengan bergabung dalam rombongan Pantja Warna dan aktif di Panggung Bhakti Artis bersama Netty Herawaty.

Puncak Karier dan Film-film Terkenal

Mimi Mariani memulai debut filmnya setelah masa pendudukan Jepang berakhir. Film pertamanya adalah "Inspektur Rachman" (1950) dan "Rodrigo de Villa" (1952). Namanya semakin melambung setelah membintangi "Lenggang Djakarta" (1953) sebagai pemeran utama.

Pada akhir 1954, ia telah membintangi 10 judul film, termasuk "Kassan" (1953), "Machkluk Raksasa" (1953), "Rahasia Suku Domas" (1954), dan "Debu Revolusi" (1954). Salah satu peran historisnya adalah dalam "Sri Asih" (1954), film superhero pertama Indonesia yang diadaptasi dari komik R. A. Kosasih, di mana ia beradu akting dengan Turino Djunaedy yang kelak menjadi suaminya.

Kesuksesannya berlanjut di film-film seperti "Oh, Ibuku" (1955), "Melati Sendja" (1956), "Sri Kustinah" (1956), dan "Delapan Pendjuru Angin" (1957).

Keterampilan dan Ciri Khas Mimi Mariani

Selain akting, Mimi Mariani juga dikenal sebagai pesinden berbakat. Dalam film "Si Kembar" (1961), ia membawakan lagu "Kerja Bakti" bersama Titim Fatimah, yang mengukuhkannya sebagai salah satu pesinden berpengaruh di industri film. Dengan tinggi 162 cm dan berat 48 kg, penampilannya yang berkharisma dan logat bahasanya yang khas membuatnya mudah dikenali. Ia menyukai peran drama dan sering tampil dengan gaun.

Kehidupan Pribadi dan Pernikahan

Kehidupan pribadi Mimi Mariani penuh warna. Ia menikah empat kali. Pernikahan pertamanya pada 1950 dengan Roda dikaruniai seorang putra, Raymond Roda. Pada 1955, ia menikah dengan aktor Turino Djunaedy, namun bercerai tiga tahun kemudian. Pernikahan ketiganya dengan Mikel juga berakhir dengan perceraian.

Pernikahan terakhir dan terpanjangnya adalah dengan Semiarto Suharto, seorang pengusaha pemilik Apotek Titi Murni, pada 1961. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga anak: Raden Santoso Sumiarto, Prihartini Suharto, dan Sri Agustina Suharto. Mimi kemudian mengubah namanya menjadi Sumiarto Suharto.

Meninggalnya Seorang Legenda

Pada 1969, Mimi Mariani didiagnosis menderita kanker payudara. Setelah menjalani dua kali operasi, kanker menyebar ke limpa dan tidak memungkinkan untuk dioperasi lagi. Ia meninggal dunia pada 1 Mei 1971 di kediamannya di Jalan Ir. H. Djuanda, Kebon Kelapa, pada usia 42 tahun. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak keesokan harinya, dihadiri oleh rekan-rekan seprofesinya seperti Fifi Young, Sofia Waldy, dan W. D. Mochtar.

Mimi Mariani meninggalkan warisan tak ternilai bagi perfilman Indonesia. Melalui puluhan film yang dibintanginya, ia dikenang sebagai salah satu bintang terbesar di era kejayaan film Indonesia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler