3 Tempat Wisata Religi di Surabaya yang Wajib Dikunjungi
Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk, tetapi juga menyimpan berbagai destinasi wisata religi yang penuh makna spiritual. Kota ini menawarkan situs-situs religius bersejarah dengan nilai toleransi, budaya, dan arsitektur yang menakjubkan.
Berikut adalah 3 tempat wisata religi di Surabaya yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi, lengkap dengan sejarah dan keunikan masing-masing.
1. Makam Sunan Ampel
Kawasan Ampel merupakan pusat wisata religi paling terkenal di Surabaya. Di sini terdapat Makam Sunan Ampel, salah satu dari Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa. Kompleks ini juga memiliki masjid kuno yang didirikan sekitar tahun 1421, menjadikannya salah satu masjid tertua di Indonesia.
Suasana di kawasan Ampel sangat khas dengan perkampungan keturunan Arab, kios yang menjual perlengkapan ibadah, serta kuliner khas Timur Tengah seperti nasi kebuli dan roti maryam. Aktivitas ziarah bisa dilakukan setiap hari, terutama ramai menjelang bulan Ramadan dan Maulid Nabi.
2. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya
Masjid Nasional Al-Akbar merupakan ikon religius dengan arsitektur modern yang megah. Masjid yang diresmikan pada tahun 2000 ini terkenal dengan kubah besar berwarna biru kehijauan dan menara setinggi lebih dari 90 meter. Interiornya yang luas dihiasi pilar marmer dan lampu kristal yang menawan.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Akbar juga menjadi destinasi wisata edukatif. Pengunjung bisa menikmati panorama kota Surabaya dari ketinggian menara. Masjid ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, seminar, dan pameran islami.
3. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
Masjid Muhammad Cheng Hoo menjadi simbol toleransi dan akulturasi budaya yang unik di Surabaya. Arsitekturnya memadukan unsur Tionghoa dan Islam dengan dominasi warna merah, hijau, dan kuning. Atapnya berbentuk seperti pagoda, sementara fungsi utamanya tetap sebagai tempat ibadah umat Islam.
Masjid ini dinamai dari Laksamana Cheng Hoo, pelaut dan diplomat muslim asal Tiongkok yang pernah berlayar ke Nusantara. Keberadaan masjid ini mencerminkan semangat kebersamaan lintas budaya dan agama yang telah hidup di Surabaya selama ratusan tahun.
Dengan mengunjungi ketiga tempat wisata religi di Surabaya ini, Anda tidak hanya akan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga pelajaran berharga tentang sejarah, budaya, dan toleransi antar umat beragama.
Artikel Terkait
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Tunjangan Pensiun Pejabat Negara