Prabowo Siapkan Jalur Kereta Api Baru di Luar Jawa, Ini Dampak untuk Biaya Logistik

- Selasa, 04 November 2025 | 18:05 WIB
Prabowo Siapkan Jalur Kereta Api Baru di Luar Jawa, Ini Dampak untuk Biaya Logistik

Prabowo Siapkan Jalur Kereta Baru di Luar Jawa untuk Turunkan Biaya Logistik

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana strategis pembangunan jalur kereta api baru di luar Pulau Jawa. Pengembangan infrastruktur transportasi massal ini akan fokus pada tiga pulau utama: Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Mendorong Daya Saing Ekonomi Nasional

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan jalur kereta api di luar Jawa bertujuan untuk menurunkan biaya logistik nasional. Dengan transportasi kereta api yang lebih efisien, biaya ekonomi akan turun dan daya saing Indonesia di pasar global akan meningkat.

"Dengan kereta api, biaya logistik akan turun. Biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif. Kesejahteraan akan meningkat," tegas Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat.

Perintah Langsung ke Menteri AHY

Presiden telah memberikan arahan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk segera menjalankan rencana pembangunan ini. AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan transportasi kereta api nasional.

Potensi Besar Angkutan Penumpang dan Barang

Data terbaru menunjukkan bahwa sistem kereta api Indonesia telah mengangkut 486 juta penumpang dalam satu tahun. Selain penumpang, kereta api juga akan dimanfaatkan untuk distribusi komoditas unggulan seperti batu bara dan kelapa sawit dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pembangunan jalur kereta Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi diharapkan dapat mengoptimalkan distribusi logistik dan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang selama ini menjadi hambatan utama.

Dengan rencana strategis ini, pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur transportasi yang merata di seluruh Indonesia, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler