PARADAPOS.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian ilmiah memprediksi ketersediaan air di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan sekitarnya.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Laras Toersilowati menjelaskan, kajian itu menggunakan pendekatan artificial neural network (ANN).
Kajian itu menemukan, kandungan air di IKN Nusantara ternyata sangat minim.
Hasil prediksi menunjukkan, presentase ketersediaan air di wilayah IKN dan sekitarnya Adalah air tinggi/HW (0,51%), air vegetasi/VW (20,41%) dan non air/NW (79,08%).
"Betul (kondisi air di IKN kurang), karena air cuma 0,5%," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (22/9/2025).
"Yang tersimpan di vegetasi 20%. Nah kalau vegetasi jadi bangunan, ketersediaan air berkurang lagi. Ya memang nggak cocok untuk hunian," ucap Laras.
Karena itulah, imbuh dia, di IKN akan dibangun danau buatan. Tapi, biasanya diprediksi akan terlalu tinggi.
"Ketersediaan air di IKN menjadi isu penting. Jika tidak diantisipasi sejak awal, pembangunan besar-besaran di wilayah tersebut dapat berhadapan dengan risiko krisis air," terang Laras.
Hasil penelitian tersebut, ucapnya, tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga bermanfaat secara praktis bagi perumusan kebijakan.
Artikel Terkait
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Krisis Komunikasi & Ujian Pemerintahan Prabowo
8 Jenis Pizza Italia Terkenal & Autentik 2024: Dari Margherita hingga Siciliana
Kasus Hogi Minaya: Analisis Hukum Lengkap Kekeliruan Polisi & DPR Menurut Pengacara & Pakar
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Targetkan 30 Operasi Per Tahun