Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan sebuah kejadian mengejutkan di mana ada upaya untuk menyogok Presiden Prabowo Subianto dengan tawaran fantastis senilai 1 miliar dolar AS atau setara Rp 16,5 triliun. Menurut keterangannya, tawaran suap tersebut ditolak mentah-mentah oleh Prabowo.
Hashim, yang merupakan adik kandung Presiden, menceritakan bahwa ia menerima telepon dari Prabowo pada suatu Sabtu malam beberapa bulan lalu. Saat itu, Hashim sedang berada di tempat tidur dan membaca buku.
Dalam percakapan telepon mereka, Prabowo awalnya menanyakan kabar Hashim. Setelah ditanya alasan ditelepon malam-malam, Prabowo kemudian blak-blakan bercerita bahwa ada pihak yang berusaha menyogoknya. Awalnya, Hashim mengira nilai sogokan adalah Rp 1 miliar, namun Prabowo menegaskan bahwa nominal yang ditawarkan adalah 1 miliar dolar AS.
Hashim menyebut pelaku sebagai "orang nekat" yang berani mencoba menyogok seorang presiden. Ia mengutip kembali percakapannya dengan Prabowo, yang dengan tegas menolak tawaran tersebut.
Sumber: Suara.com
Artikel Terkait
Isu Pemakzulan Prabowo-Gibran Menguat di Tengah Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Pangan
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara