Iran Ancam Israel Akan Alami Kekalahan Berat dalam Perang Mendatang
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras kepada Israel. Dalam pernyataan terbarunya, Iran menyatakan kesiapan penuh menghadapi segala kemungkinan konflik dan memprediksi Israel akan menderita kekalahan besar dalam perang berikutnya.
Peringatan Keras Iran kepada Israel
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Araghchi menegaskan bahwa Iran telah mengambil pelajaran penting dari permusuhan baru-baru ini. "Kami lebih siap di semua tingkatan. Israel akan mengalami kekalahan lagi dalam setiap perang di masa depan," tegasnya pada Minggu (2/11/2025).
Kesiapan Militer Iran
Republik Islam Iran mengklaim telah belajar banyak dari perang baru-baru ini dan berhasil menguji coba rudal-rudalnya dalam kondisi medan perang yang nyata. Pengalaman ini dianggap meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut.
Upaya Perluasan Konflik oleh Israel
Araghchi juga menyoroti upaya Israel yang disebutnya berusaha memperluas konflik dengan menyerang instalasi energi Iran. Namun, Teheran mengklaim berhasil mengelola konfrontasi dan mencegahnya meluas ke seluruh kawasan.
Pernyataan tentang Netanyahu dan AS
Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Israel tidak akan berani menyerang Iran tanpa persetujuan dari Amerika Serikat. Lebih lanjut, ia menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai "penjahat perang".
Posisi Iran tentang Program Nuklir dan Rudal
Iran menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi mengenai program nuklirnya sambil menekankan sifat damai dari program tersebut. Namun, Tehran menolak bernegosiasi tentang program rudalnya. "Kami tidak akan bernegosiasi tentang program rudal kami... tidak ada orang yang berakal sehat akan menerima perlucutan senjata," tegas Araghchi.
Kebijakan Luar Negeri Iran
Pemerintah Iran menggarisbawahi prinsip bahwa apa yang tidak dapat direbut melalui perang, tidak akan diserahkan melalui politik. Iran lebih memilih pembicaraan tidak langsung dengan AS dan mengonfirmasi material nuklir tetap berada di lokasi fasilitas yang dibom.
Artikel Terkait
Bayi Dua Hari Meninggal di RSUD Bima, Keluarga Keluhkan Hambatan Tebus Obat Akibat BPJS Belum Terdaftar
Museum As Safiyyah di Madinah Jadi Destinasi Edukasi Sejarah Nabi Favorit Jemaah Haji Indonesia
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun, Cek Rincian Terbaru Hari Ini
Pendiri Ubisoft Claude Guillemot Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Prancis