Laba Bank Jago (ARTO) Tembus Rp199 Miliar di Kuartal III 2025, Naik 132%
PT Bank Jago Tbk (ARTO) menunjukkan kinerja keuangan yang kuat dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp199 miliar hingga kuartal III tahun 2025. Angka ini mencetak pertumbuhan yang signifikan, meningkat 132 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp86 miliar.
Kredit Tumbuh 36% Dukung Kinerja Positif Bank Jago
Pertumbuhan laba yang pesat ini didorong oleh ekspansi penyaluran kredit. Hingga kuartal III 2025, Bank Jago berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp23,5 triliun, tumbuh 36 persen dari posisi September 2024 yang sebesar Rp17,3 triliun.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, menyatakan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari inovasi dan kolaborasi dengan berbagai ekosistem keuangan digital. "Ini adalah bukti nyata bahwa upaya kami mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah," ujarnya.
NPL Gross Tetap Rendah di Level 0,4%
Di tengah pertumbuhan kredit yang agresif, Bank Jago tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL gross) yang terjaga di level rendah, yaitu 0,4 persen. Angka ini berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan nasional, menunjukkan kualitas kredit yang sehat.
Aset Bank Jago Mencapai Rp34,5 Triliun
Total aset Bank Jago juga mengalami peningkatan yang solid sebesar 28 persen, dari Rp26,8 triliun pada September 2024 menjadi Rp34,5 triliun per September 2025. Beberapa rasio keuangan utama juga menunjukkan kondisi yang baik:
- Loan-to-Deposit Ratio (LDR): 98%
- Capital Adequacy Ratio (CAR): 32,9%
Jumlah Nasabah Bank Jago Tembus 18,6 Juta
Hingga akhir kuartal III 2025, basis nasabah Bank Jago terus menguat dengan total 18,6 juta nasabah. Jumlah ini bertambah lebih dari 4,5 juta dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 14,1 juta nasabah. Sebanyak 14,5 juta di antaranya adalah nasabah funding yang aktif menggunakan Aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Pertumbuhan nasabah ini berkontribusi langsung pada peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir September 2025, Bank Jago berhasil menghimpun DPK sebesar Rp23,9 triliun, naik 41 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp17 triliun.
Bank Jago berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas secara berkelanjutan, serta berinovasi dalam menyediakan layanan keuangan digital bagi jutaan nasabah di Indonesia.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang Melonjak 247 Persen
Mudik Lebaran 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah, Perputaran Uang Capai Ratusan Triliun
Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Tak Naik Jelang Idulfitri 2026
Flick Akui Tantangan Fisik Newcastle Jelang Laga Penentu di Camp Nou